Market Hari Ini 07 May 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Indosat (ISAT) Bagi Dividen Jumbo Rp3,57 Triliun, Segini Jatah Investor

Usai pembagian dividen tersebut, sisa laba bersih Indosat untuk tahun buku 2025 sebesar Rp1,92 triliun. Manajemen Indosat menyebut, sisa laba itu akan dialokasikan sebagai laba ditahan

ISAT membagikan dividen Rp3,57 triliun atau Rp111 per saham setelah laba bersih 2025 naik menjadi Rp5,51 triliun dengan pendapatan Rp58,52 triliun.

Logo Indosat (Foto: Dokumen Perusahaan)
Logo Indosat (Foto: Dokumen Perusahaan)

KABARBURSA.COM - PT Indosat Tbk (ISAT) resmi melakukan pembagian dividen untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Keputusan ini dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) oada Selasa, 5 Mei 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dividen tunai yang digelontorkan sebesar Rp3,57 triliun atau setara Rp111 per saham.

"Yang akan dibayarkan paling lambat pada 30 hari setelah diumumkannya ringkasan risalah rapat," tulis manajemen dalam keterangannya.

Usai pembagian dividen tersebut, sisa laba bersih Indosat untuk tahun buku 2025 sebesar Rp1,92 triliun. Manajemen Indosat menyebut, sisa laba itu akan dialokasikan sebagai laba ditahan.

Merujuk laporan keuangan yang dipublikasikan, sepanjang 2025 Indosat mampu membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp5,51 triliun. Angka ini naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,92 triliun.

Kenaikan tersebut dibarengi pertumbuhan pendapatan usaha Indosat yang mencapai Rp58,52 triliun pada 2025, naik dari Rp55,86 triliun pada tahun sebelumnya.

Beban operasional jaringan Indosat pada 2025 menjadi Rp18,74 triliun, ataun naik dari Rp18,14 triliun pada 2024. Beban penyusutan dan amortisasi juga meningkat menjadi Rp15,83 triliun dibanding Rp15,55 triliun pada tahun sebelumnya.

Pindah ke sisi neraca, total aset Indosat per akhir 2025 naik menjadi Rp118,62 triliun per akhir 2025 dibanding Rp114,38 triliun pada akhir 2024. Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan aset lancar menjadi Rp19 triliun serta aset tetap yang mencapai Rp75,09 triliun.

Kas dan setara kas perseroan tercatat sebesar Rp5,07 triliun, meningkat dibanding posisi akhir 2024 sebesar Rp4,45 triliun. Piutang usaha pihak ketiga juga naik menjadi Rp2,56 triliun dari Rp2,17 triliun.

Di sisi liabilitas, total kewajiban perseroan naik menjadi Rp79,12 triliun dibanding Rp77,73 triliun pada akhir 2024. Liabilitas jangka panjang terbesar masih berasal dari liabilitas sewa pembiayaan yang mencapai Rp33,09 triliun.

Adapun total ekuitas Indosat meningkat menjadi Rp39,50 triliun dibanding Rp36,65 triliun pada akhir tahun sebelumnya. Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya tercatat sebesar Rp17,26 triliun. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait