Market Hari Ini 27 Oct 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

INET Bidik Kendali atas PADA Lewat Akuisisi 53,57 Persen

Langkah ini memperluas lini bisnis digital INET ke sektor layanan sumber daya manusia berbasis teknologi.

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) tengah negosiasi akuisisi 53,57 persen saham PT Personel Alih Daya (PADA) dari Kopindosat.

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengumumkan tengah melakukan negosiasi pengambilalihan mayoritas saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA). (Foto: Dok. Sinergi Inti Andalan)
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengumumkan tengah melakukan negosiasi pengambilalihan mayoritas saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA). (Foto: Dok. Sinergi Inti Andalan)

Daftar Isi

  1. 01 Saham INET Hari ini Terkoreksi

KABARBURSA.COM – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengumumkan tengah melakukan negosiasi pengambilalihan mayoritas saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) dari Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat). Langkah korporasi ini berpotensi menjadikan INET sebagai pengendali baru PADA.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen INET menjelaskan negosiasi dilakukan langsung antara Kopindosat sebagai calon penjual dan INET sebagai calon pembeli.

Kedua pihak telah menandatangani Indikasi Syarat dan Ketentuan Jual Beli (Indicative Terms and Conditions of Sale and Purchase) pada 23 Oktober 2025.

Transaksi yang direncanakan mencakup 1.687.455.000 lembar saham PADA, atau setara 53,57 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan target. Setelah transaksi rampung, INET akan resmi menjadi pengendali baru PADA.

Meski begitu, perusahaan menegaskan proses akuisisi masih bersifat bersyarat, dan penyelesaian akan bergantung pada terpenuhinya berbagai syarat dalam dokumen perjanjian. 

Penandatanganan indikasi syarat jual beli belum dapat dianggap sebagai transaksi yang menyebabkan perubahan pengendalian hingga perjanjian pembelian saham bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement) selesai seluruhnya.

Manajemen juga menekankan bahwa nilai transaksi belum diungkapkan, namun pelaksanaannya akan mematuhi seluruh ketentuan perundang-undangan pasar modal dan tunduk pada mekanisme pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

INET memastikan tidak terdapat benturan kepentingan dalam rencana akuisisi ini. Proses negosiasi dilakukan dengan itikad baik dan prinsip keterbukaan sesuai POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.

“Penandatanganan indikasi syarat jual beli dilakukan dalam rangka penjajakan rencana pengambilalihan. Perseroan berkomitmen mematuhi seluruh regulasi pasar modal dan akan memberikan informasi lanjutan secara terbuka,” tulis manajemen dalam surat resmi yang ditandatangani Direktur INET, Willy Usulangi, Senin, 27 Oktober 2025.

Sinergi Inti Andalan Prima merupakan perusahaan layanan internet (ISP) dan jasa sewa jaringan fiber optik melalui anak perusahaan. Aksi akuisisi ini sejalan dengan strategi diversifikasi dan penguatan posisi INET di industri digital, terutama dalam layanan berbasis jaringan dan sumber daya manusia teknologi.

Sementara Personel Alih Daya dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan tenaga kerja dan layanan outsourcing teknologi. 

Dengan pengambilalihan tersebut, INET berpotensi memperluas jangkauan bisnisnya dari penyedia jaringan menjadi perusahaan dengan ekosistem layanan digital terintegrasi.

Saham INET Hari ini Terkoreksi

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham INET pada perdagangan 27 Oktober 2025 ditutup melemah 3,47 persen di level Rp278 per saham, setelah sempat menyentuh harga tertinggi Rp302 dan terendah Rp274. 

Volume transaksi mencapai 83,9 miliar rupiah dengan frekuensi lebih dari 6.000 kali perdagangan.

Koreksi harga tersebut diduga merupakan reaksi pasar atas berita negosiasi akuisisi, seiring investor menunggu kepastian struktur transaksi dan sumber pendanaan.

Secara fundamental, laporan keuangan terakhir menunjukkan INET masih berada dalam posisi likuid dengan pertumbuhan pendapatan yang stabil pada sektor penyewaan fiber optik dan ISP korporasi. 

Meski beban operasional naik akibat ekspansi jaringan, arus kas operasi tetap positif, menandakan ruang yang cukup bagi perusahaan untuk melaksanakan aksi korporasi secara bertahap tanpa tekanan likuiditas besar. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait