Market Hari Ini 26 Sep 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

Ini Pendorong Pertumbuhan DPK BSI Meningkat Capai 16,26 Persen

Ini Pendorong Pertumbuhan DPK BSI Meningkat Capai 16,26 Persen
Ini Pendorong Pertumbuhan DPK BSI Meningkat Capai 16,26 Persen

Daftar Isi

  1. 01 Catatan Laba Bersih
  2. 02 Investasi Baru Perkuat Layanan

KABARBURSA.COM - Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencapai Rp297,78 triliun hingga Agustus 2024, meningkat 16,26 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Salah satu pendorong pertumbuhan ini adalah pengelolaan dana payroll yang mencapai Rp21 triliun dari lebih dari 1,2 juta nasabah.

Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan bahwa BSI saat ini fokus pada pengembangan dana murah di segmen ritel, termasuk melalui sistem payroll. "Payroll menjadi salah satu pintu awal untuk menarik ekosistem transaksi syariah," ujar Anton di Jakarta, Kamis.

Dana murah atau CASA (current account saving account) yang dihimpun BSI juga tumbuh pesat, mencapai Rp184 triliun hingga Juni 2024, naik 21,65 persen secara tahunan. DPK BSI pada periode yang sama mencapai Rp297 triliun, naik 17,5 persen. BSI juga telah bekerja sama dengan lebih dari 1.400 institusi dalam layanan payroll, yang mencakup pembayaran gaji, pembiayaan pegawai, dan layanan keuangan lainnya.

Anton menambahkan bahwa payroll merupakan jembatan bisnis ritel yang minim risiko. Pada Agustus 2024, non-performing financing (NPF) dari payroll BSI berada di bawah 1 persen, menunjukkan kualitas pembiayaan yang sehat. "Ini berdampak positif pada pertumbuhan bisnis ritel," katanya.

Selain itu, BSI memperkuat kerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk penyaluran gaji 2.374 PNS dan PPPK BKN di seluruh Indonesia. Plt Kepala BKN, Haryomo Dwi Putranto, mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan literasi keuangan syariah di lingkungan BKN. "Kami berharap sinergi ini dapat mendorong pemanfaatan layanan syariah," tuturnya.

Catatan Laba Bersih

Sebagaimana diketahui, BSI membukukan kinerja keuangan impresif pada kuartal II 2024. Per Juni 2024, laba bersih bank dengan kode saham BRIS ini mencapai Rp3,4 triliun, tumbuh 20,28 persen secara tahunan.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan Perseroan berhasil menjaga kinerja keuangan dan bisnis secara sehat dan berkualitas sepanjang kuartal II tahun 2024, di tengah makroekonomi cukup menantang yang ditandai dengan naiknya suku bunga acuan seperti BI Rate yang naik ke level 6,25 persen pada awal kuartal II 2024 untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

“Pertumbuhan BSI dalam berbagai indikator kunci, seperti aset, DPK, laba bersih, dan rasio CASA, merupakan yang tertinggi di industri perbankan nasional,” ujar dia dalam keterangan resmi, Selasa, 3 September 2024.

Saat ini komposisi dana murah mencapai 62,05 persen, sementara komposisi pembiayaan 71,73 persen, berada di segmen ritel dan konsumer termasuk UMKM. Pada sisi lain baik dari sisi overhead cost maupun kualitas kredit terjaga dengan baik.

BSI juga mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp296,70 triliun, naik 17,50 persen. Selain itu, kinerja tabungan naik 16,09 persen ke level Rp128,78 triliun di mana sekitar 39 persen atau Rp49,96 triliun merupakan tabungan Wadiah di mana perusahaan tidak memberikan bagi hasil sehingga dapat menjaga level cost of fund.

Dengan kondisi likuiditas dan pembiayaan, sepanjang kuartal II 2024 pendapatan perusahaan ditopang oleh pendapatan margin dan bagi hasil yang naik 11,44 persen menjadi Rp12,08 triliun, serta pendapatan berbasis fee yang tumbuh 28,01 persen menjadi Rp2,48 triliun.

Di sisi lain, rasio efisiensi (BOPO) turun dari 70,87 persen ke level 69,23 persen.  Dari sisi rasio profitabilitas ROE perusahaan membaik ke 17,88 persen naik dari 17,27 persen posisi Juni 2023.

Hery pun menegaskan, selain laba bersih, beberapa indikator kinerja juga mencatatkan pertumbuhan dobel digit.

Untuk aset, BSI mencatat pertumbuhan sebesar 15,10 persen yoy menjadi Rp360,85 triliun, dan ini sebagai pertumbuhan tertinggi. Pertumbuhan Dana pihak ketiga (DPK) BSI sebesar 17,50 persen yoy.

Investasi Baru Perkuat Layanan

Adapun pada tahun ini, BSI menghadirkan produk investasi baru untuk memperkuat layanan. Beberapa inovasi produk itu di antaranya Reksa Dana Syariah Terproteksi, Reksa Dana Pendapatan Tetap USD dengan pembagian Dividen, produk Bancassurance Persiapan Pensiun, Persiapan Pendaftaran dan Pelunasan Haji.

Hadirnya inovasi produk dan layanan tersebut, Saut berharap pertumbuhan nasabah baru semakin baik seiring dikenalnya BSI. “Kami juga terus melengkapi kebutuhan finansial dari sisi produk, tidak hanya sukuk dan reksa dana tetapi kami juga menyediakan aspek proteksi. Dengan demikian, Alhamdulillah sejak BSI berdiri pada 2021 tren pertumbuhan nasabah BSI Prioritas terjaga positif,” kata Saut.

Saat ini BSI Prioritas memiliki 21 outlet/gerai prioritas yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Gerai BSI Prioritas didesain secara khusus serta dilengkapi lounge yang nyaman, musholla, ruang konsultasi yang dapat digunakan oleh nasabah untuk berbagai aktivitas perbankan, safe deposit box, transaksi customer service dan teller secara private, serta ruang rapat yang dapat digunakan nasabah.

Adapun untuk BSI Prioritas sendiri dilengkapi fasilitas yang dapat dinikmati oleh nasabah yang terdiri dari sharia value benefit yang secara konsisten terus diperkuat perseroan. Fasilitas tersebut antara lain Hajj & Umrah Concierge, Konsultasi ZISWAF & Waris, Estate Planning & Asset Allocation, juga layanan Wealth Advisory oleh Wealth Specialist dan Mourning Service.

Selain itu, BSI Prioritas juga memiliki layanan Overseas Education Assistance, Tax Consultation, Tax Report, Golf Clinic, Airport Executive Lounge, Safe Deposit Box, Exclusive Meeting Room, Medical Check Up, Medical Concierge, Airport Transfer, Merchant Discount, dan layanan eksklusif lainnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait