Market Hari Ini 21 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Ini Saham-saham Beban IHSG Hari ini (21 Februari 2024)

Ini Saham-saham Beban IHSG Hari ini (21 Februari 2024)
Ini Saham-saham Beban IHSG Hari ini (21 Februari 2024)

KABARBURSA.COM - Pada akhir perdagangan hari ini, Rabu 21 Februari 2024, sektor teknologi dan sektor bahan baku menjadi pemberat terbesar bagi IHSG, masing-masing dengan penurunan sebesar 1,08 persen dan 1,05 persen. Beberapa saham juga menjadi penyumbang penurunan IHSG pada hari ini. Berikut adalah saham-saham yang menjadi laggard IHSG:

  1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Saham pertambangan mineral ini menjadi pemberat terbesar IHSG dengan penurunan 7,57 indeks poin dan harga terakhir 7.800 dengan perubahan harga -2,80 persen.
  2. GoTo Gojek Tokopedia (GOTO): Saham GOTO turun 6,22 indeks poin dengan harga terakhir 80 dan perubahan harga -3,61 persen.
  3. Telkom Indonesia (Persero) (TLKM): Saham TLKM turun 3,50 indeks poin dengan harga terakhir 4.180 dan perubahan harga -0,71 persen.
  4. Bank Central Asia (BBCA): Saham BBCA turun 3,44 indeks poin dengan harga terakhir 9.975 dan perubahan harga -0,50 persen.
  5. Merdeka Copper Gold (MDKA): Saham MDKA turun 1,69 indeks poin dengan harga terakhir 2.360 dan perubahan harga -2,48 persen.
  6. Barito Pacific (BRPT): Saham BRPT turun 1,63 indeks poin dengan harga terakhir 985 dan perubahan harga -2,48 persen.

Meskipun IHSG mengalami penurunan, koreksi ini berhasil terpangkas menjelang penutupan perdagangan. Hal ini terjadi setelah Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya.

Pada hari ini, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI rate di level 6 persen. Keputusan ini sejalan dengan konsensus yang memperkirakan BI akan menahan suku bunga di level 6 persen.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk tetap fokus pada kebijakan moneter yang pro-stabilitas. Hal ini termasuk penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi dalam kisaran target 2,5±1 persen pada tahun 2024.

Selain itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan demikian, kebijakan makroprudensial tetap longgar untuk mendukung penyaluran kredit dan akselerasi digitalisasi dalam transaksi keuangan.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait