Market Hari Ini 28 Jan 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Ini yang Bikin INDF Bertahan di Tengah Volatilitas Tinggi IHSG

Di tengah gejolak IHSG, INDF mampu bertahan dengan struktur orderbook seimbang, arus transaksi stabil, serta kinerja keuangan yang konsisten, membuat saham ini relatif lebih defensif dibanding emiten lain.

INDF menguat di tengah volatilitas IHSG, ditopang orderbook solid, arus transaksi stabil, dan kinerja keuangan konsisten hingga kuartal III 2025.

INDF bertahan di zona hijau dan menjadi penahan bagi koreksi dalam IHSG. Foto: Dok Indofood Sukses Makmur.
INDF bertahan di zona hijau dan menjadi penahan bagi koreksi dalam IHSG. Foto: Dok Indofood Sukses Makmur.

Daftar Isi

  1. 01 Kinerja Keuangan Konsisten

KABARBURSA.COM – Ketika volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan meningkat tajam dan tekanan jual menyapu mayoritas saham berkapitalisasi besar, pergerakan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) justru menonjol karena mampu bertahan dan bahkan ditutup menguat. 

Ketahanan tersebut tercermin dari kombinasi struktur perdagangan harian, arus transaksi intraday, serta fondasi kinerja keuangan yang relatif stabil di tengah gejolak pasar.

Pada perdagangan terakhir, INDF ditutup di level 6.850, menguat 150 poin atau 2,24 persen. Sejak pembukaan di 6.750, harga bergerak konsisten di zona hijau dan sempat menyentuh level tertinggi 6.850 sebelum bertahan di area atas hingga penutupan. 

Rentang pergerakan yang relatif terjaga, dengan level terendah di 6.625, menunjukkan tekanan jual tidak berkembang agresif meski pasar secara umum berada dalam fase volatil. Aktivitas transaksi tercatat cukup solid, dengan volume sekitar 296,94 ribu lot dan nilai transaksi mendekati Rp200 miliar, menandakan likuiditas tetap terjaga di tengah kondisi pasar yang tidak kondusif.

Struktur orderbook memperlihatkan keseimbangan yang relatif sehat. Antrean beli tampak kuat di sejumlah level harga, terutama di area 6.800 hingga 6.750, dengan total bid mencapai lebih dari 42 ribu lot. 

Di sisi lain, antrean jual di kisaran 6.850 hingga 7.025 memang terlihat, namun tidak membentuk tekanan berlapis yang memaksa harga turun. Kondisi ini mencerminkan adanya daya serap pasar yang cukup untuk menahan suplai, sehingga pergerakan harga tetap stabil di area atas harian.

Gambaran tersebut diperkuat oleh data trade book intraday yang menunjukkan akumulasi transaksi beli dan jual bergerak beriringan sepanjang sesi. Kurva pembelian dan penjualan meningkat secara bertahap tanpa lonjakan ekstrem di sisi jual pada penutupan yang mengindikasikan bahwa tekanan distribusi tidak mendominasi akhir sesi. 

Pola ini berbeda dengan saham-saham lain yang cenderung mencatatkan lonjakan jual di paruh kedua perdagangan saat volatilitas IHSG meningkat.

Kinerja Keuangan Konsisten

Ketahanan INDF juga tidak terlepas dari latar belakang kinerja keuangan yang relatif konsisten. Pada kuartal III 2025, total pendapatan tercatat sebesar Rp31,14 triliun, dengan laba kotor Rp10,43 triliun dan laba usaha Rp6,41 triliun. Laba bersih tahun berjalan mencapai Rp3,27 triliun, menjaga kesinambungan profitabilitas di tengah fluktuasi ekonomi. 

Struktur laba yang stabil ini tercermin dalam rasio keuangan, di mana price to sales berada di kisaran 2,04 dan EBITDA kuartalan tercatat sekitar Rp7,49 triliun, memberikan bantalan fundamental di tengah tekanan pasar.

Dari sisi rasio pengembalian, return on equity kuartalan berada di level 2,91 persen dan return on assets di 0,95 persen. Angka ini memang tidak mencerminkan lonjakan agresif, namun menunjukkan konsistensi kinerja yang menjadi penopang persepsi defensif saham INDF. 

Dengan jumlah saham beredar sekitar 8,78 miliar lembar dan laba per saham kuartalan sebesar 232,69, struktur valuasi INDF tetap berada dalam rentang yang dapat diterima oleh pelaku pasar di tengah ketidakpastian.

Pandangan pasar juga tercermin dari konsensus analis yang menempatkan target harga rata-rata di level Rp9.344, jauh di atas harga pasar saat ini di 6.850. Rentang estimasi yang lebar, dengan batas bawah di 7.750 dan batas atas di 13.350, menunjukkan adanya ruang apresiasi yang masih terbuka, meski pasar tetap selektif dalam merespons sentimen jangka pendek.

Kombinasi antara struktur perdagangan yang relatif seimbang, arus transaksi intraday yang stabil, serta fondasi kinerja keuangan yang konsisten menjadikan INDF mampu bertahan di tengah volatilitas IHSG. 

Di saat banyak saham tertekan oleh aksi jual menyeluruh, INDF menunjukkan karakter defensif yang membuat pergerakannya relatif lebih terkendali, sekaligus tetap menarik minat transaksi di tengah kondisi pasar yang bergejolak.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait