KABARBURSA.COM – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertahan di zona merah pada penutupan perdagangan sesi I hari ini. Berdasarkan data yang dihimpun Kabarbursa.com pada Jumat, 19 Juni 2026, indeks mencatatkan koreksi sebesar 0,73 persen atau turun 45,02 poin menuju level 6.127,32. Perdagangan paruh pertama terpantau bergerak lambat di bawah rata-rata volume harian.
Pelemahan indeks pada tengah hari ini berjalan beriringan dengan aksi lego saham oleh investor non-domestik yang cukup masif. Menurut laporan pergerakan modal asing harian, aktivitas jual bersih atau net foreign sell dari investor asing menembus angka Rp1,40 triliun di seluruh pasar transaksional.
Investor asing mencatatkan total nilai beli (foreign buy) sebesar Rp1,90 triliun pada tengah hari ini. Di sisi lain, nilai penjualan portofolio oleh asing jauh lebih tinggi, di mana total nilai jual (foreign sell) menyentuh angka Rp3,30 triliun sepanjang paruh pertama perdagangan saham berlangsung.
Kesenjangan yang lebar antara aktivitas akumulasi dan distribusi modal global ini mempertegas pola defensif yang sedang diambil oleh pengelola dana internasional di bursa domestik.
Melebarnya jarak transaksi tersebut memicu koreksi pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) yang selama ini menjadi penopang pergerakan IHSG.
Aksi Jual Asing di Saham Unggulan
Secara rinci, beberapa saham berkapitalisasi pasar jumbo menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pemodal internasional. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan nilai jual bersih asing paling tinggi, yakni mencapai nilai Rp196,36 miliar.
Pelepasan aset ini kemudian diikuti oleh emiten telekomunikasi pelat merah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan nilai transaksi jual bersih asing sebesar Rp178,55 militar.
Selanjutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berada di posisi ketiga dengan catatan net foreign sell sebesar Rp160,26 miliar.
Dua bank besar milik negara juga tidak luput dari aksi distribusi asing, di mana saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan nilai jual bersih sebesar Rp136,90 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp94,56 miliar.
Meskipun tekanan jual asing mendominasi jalannya bursa, beberapa saham terpantau masih menjadi tujuan koleksi atau akumulasi beli oleh investor asing. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling banyak diburu dengan torehan nilai beli bersih atau top net foreign buy mencapai nilai sebesar Rp80,24 miliar.
Langkah akumulasi asing berikutnya terlihat pada saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan nilai simpan bersih sebesar Rp27,02 miliar.
Saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) juga ikut dikoleksi dengan nilai beli bersih asing sebesar Rp8,47 miliar, disusul oleh emiten logistik energi PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) senilai Rp5,43 miliar.
Saham perbankan syariah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menempati urutan kelima dalam daftar belanja asing tengah hari ini dengan raihan nilai beli bersih tercatat sebesar Rp3,39 miliar.
Transaksi Broker Terpantau Sepi
Lesunya pergerakan bursa pada sesi pertama tercermin pula melalui sepinya nilai perputaran uang dari sejumlah perusahaan perantara pedagang efek atau broker. Nilai keseluruhan transaksi bursa per tengah hari hanya menyentuh angka Rp7,91 triliun.
Angka transaksi harian total ini masih terpaut jauh dari rata-rata nilai transaksi harian bursa yang biasanya berada di kisaran lebih tinggi.
Dari jajaran sekuritas, Stockbit Sekuritas Digital (XL) mencatatkan akumulasi total nilai transaksi tertinggi (total value) di antara broker lainnya, dengan jumlah transaksi Rp2,33 triliun.
Mandiri Sekuritas (CC) berada di posisi kedua dengan nilai transaksi sebesar Rp2,05 triliun, disusul oleh UBS Sekuritas Indonesia (AK) yang membukukan total transaksi senilai Rp1,92 triliun di seluruh pasar ekuitas.
Broker ritel swasta, Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP), mencatatkan total transaksi yang tidak mencapai batasan triliun, yakni hanya sebesar Rp976,6 miliar.
Di bawahnya, Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp830,3 miliar dan Semesta Indovest Sekuritas (MG) berada di posisi berikutnya dengan mengantongi nilai transaksi sebesar Rp736,4 miliar.
Secara keseluruhan, jalannya sesi pertama menunjukkan volume transaksi bursa baru terisi sebanyak 12,7 miliar unit saham. Nilai ini tergolong pasif jika disandingkan dengan rata-rata volume perdagangan harian yang menargetkan angka di kisaran 17,44 miliar unit saham.(*)