Market Hari Ini 18 Sep 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

InJourney Tata Ulang Borobudur Gunakan Pendekatan Berkelanjutan

InJourney Tata Ulang Borobudur Gunakan Pendekatan Berkelanjutan
InJourney Tata Ulang Borobudur Gunakan Pendekatan Berkelanjutan

Daftar Isi

  1. 01 Catatan Laba Bersih
  2. 02 Kawasan Ekonomi Khusus The Sanur

KABARBURSA.COM - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) melakukan penataan ulang kawasan Candi Borobudur dengan pendekatan berkelanjutan, guna mengubahnya menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Langkah ini bertujuan untuk menjaga relevansi dan keberlanjutan Borobudur bagi generasi mendatang, tidak hanya sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga sebagai simbol inovasi dan harapan.

Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney Maya Watono, menyatakan bahwa penataan ulang ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga pada pengembangan empat pilar utama: spiritual, konservasi, pendidikan, dan pariwisata. Pilar spiritual melibatkan penataan ruang dan fasilitas untuk kegiatan spiritual, sementara pilar konservasi melibatkan pelestarian situs dan pengelolaan alur kunjungan wisatawan. Pilar pendidikan akan mengembangkan fasilitas untuk edukasi, dan pilar pariwisata akan berfokus pada pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Beberapa proyek strategis termasuk penataan Zona 2, dengan fokus pada pengembangan ruang hijau dan pendirian Borobudur Spiritual Sanctuary sebagai pusat meditasi dan pendidikan spiritual. Revitalisasi ini juga mencakup pengurangan koefisien dasar bangunan di sekitar candi, untuk menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan nyaman bagi pengunjung.

Catatan Laba Bersih

PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney telah membukukan laba bersih pada tahun 2023 yang mencapai Rp1,1 triliun atau naik 211 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“Di tengah perekonomian yang menghadapi berbagai tantangan, InJourney mampu membalikkan keadaan dengan capaian laba bersih hingga Rp1,101 triliun,” kata Direktur Utama InJourney Dony Oskaria dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 26 Juni 2024.

Menurut dia, untuk Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (Ebitda) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi, pihaknya berhasil mengukuhkan Rp8,828 triliun atau naik 73 persen dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp5.101 triliun.

Dony menjelaskan, keuntungan yang didapat ini merupakan hasil kinerja gemilang yang dilakukan perusahaan plat merah yang dipimpinnya tersebut sering pulihnya industri pariwisata dan penerbangan Indonesia dari pandemi COVID-19.

Ia menyampaikan, InJourney berhasil mendapatkan keuntungan pendapatan usaha sepanjang tahun 2023 sebanyak Rp 23,347 triliun, atau meningkat hingga 47 persen dibandingkan pendapatan usaha di tahun 2022 yang sebesar Rp15,855 triliun.

Lebih lanjut, ia mengatakan tingkat kesehatan InJourney pada tahun 2023 ada di kategori AAA atau sangat sehat, serta tercatat rasio keuangan perusahaan ini juga mengalami perbaikan signifikan yang terlihat dari belanja operasional terhadap biaya operasional (Bopo) turun hingga 16 persen.

“Rasio keuangan InJourney semakin sehat, dan ke depan kami akan terus berupaya untuk membuat InJourney sebagai BUMN yang sehat, efisien, dan profitable, disertai dengan akuntabilitas,” kata dia.

Selain itu dirinya mengatakan pihaknya telah meluncurkan dua sub holding di bidang industri aviasi yakni InJourney Airports dan InJourney Aviation Services yang merupakan langkah transformasi di industri penerbangan dan kebandarudaraan.

InJourney Airports akan menangani 172 juta penumpang per tahun dan akan berada di urutan ke-5 perusahaan operator bandara terbesar di dunia, mengalahkan Vinci Airports (Prancis) dan GMR Group (India).

Pembentukan sub holding ini turut berdampak positif terhadap peningkatan PDB yang bersumber dari sektor pariwisata dari 5 persen menjadi 10 persen.

Kawasan Ekonomi Khusus The Sanur

Holding BUMN Pariwisata dan Pendukungnya, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney berkomitmen untuk menghadirkan “The Sanur” sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan pertama di Indonesia berstandar Internasional.

KEK Sanur yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2022 ini merupakan inisiatif strategis Pemerintah untuk memanfaatkan potensi kawasan Sanur sebagai destinasi pariwisata kesehatan dengan menjadikan Bali sebagai landmark dalam peningkatan dan diversifikasi perekonomian Indonesia.

The Sanur mengoptimalisasi area seluas 41,6 Ha menjadi “World Class Medical and Wellness Destination” sebagai Pusat Layanan Kesehatan dan Pariwisata Baru Terpadu kelas dunia yang berstandar internasional.

Dalam 2 tahun sejak pertama dicanangkan, seluruh Kawasan telah terisi oleh partner-partner international. Di dalam kompleks international medical facility ini akan beroperasi berbagai center of excellence dari seluruh penjuru dunia. Meliputi Bali International Hospital, cell therapy, aesthetic & plastic surgery, fertility treatments, eye care, organ transplants dan hair transplants clinic.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait