Market Hari Ini 25 Feb 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

INKP Tambah Surat Utang USD100 Juta, Terbitkan Obligasi dan Sukuk

INKP tawarkan obligasi Rp1 triliun, sukuk Rp1,75 triliun, dan obligasi USD100 juta dalam program berkelanjutan dengan tenor hingga 10 tahun.

INKP terbitkan obligasi Rp1 triliun, sukuk Rp1,75 triliun, dan obligasi USD100 juta. Simak jadwal penawaran dan penggunaan dananya.

Tidak hanya menerbitkan obligasi dan sukuk, INKP juga menambah surat utang sebesar USD100 juta. (Foto: Dok Indah Kiat Pulp)
Tidak hanya menerbitkan obligasi dan sukuk, INKP juga menambah surat utang sebesar USD100 juta. (Foto: Dok Indah Kiat Pulp)

Daftar Isi

  1. 01 Peringkat Obligasi dan Sukuk
  2. 02 Pelaksana Emisi
  3. 03 Penggunaan Dana Obligasi dan Sukuk

KABARBURSA.COM - PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) berencana menerbitkan dan menawarkan surat utang dalam tiga instrumen berbeda, yaitu obligasi rupiah, sukuk mudharabah, dan obligasi dolar Amerika Serikat. 

Berdasarkan Prospektus Ringkas yang dipublikasikan pada Rabu, 25 Februari 2026, INKP akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II-2026 senilai Rp1 triliun. Selanjutnya, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II-2026 sebesar Rp1,75 triliun, serta Obligasi USD Berkelanjutan II Tahap II-2026 senilai USD100 juta.

Aksi korporasi ini merupakan bagian dari program penawaran umum berkelanjutan dengan target penghimpunan dana masing-masing Rp10 triliun untuk Obligasi Berkelanjutan VI, Rp10 triliun untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II, dan USD100 juta untuk Obligasi USD Berkelanjutan II. 

Dengan demikian, tahap II-2026 menjadi bagian dari realisasi program penghimpunan dana jangka menengah yang telah ditetapkan sebelumnya.

Untuk obligasi rupiah, INKP membagi penerbitan menjadi empat seri, yakni Seri A berjangka waktu tiga tahun, Seri B lima tahun, Seri C tujuh tahun, dan Seri D sepuluh tahun. Struktur tenor serupa juga diterapkan pada Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II-2026, masing-masing dengan jangka waktu tiga, lima, tujuh, dan sepuluh tahun. 

Sementara itu, Obligasi USD Berkelanjutan II Tahap II-2026 juga terdiri dari empat seri dengan tenor yang sama. Perseroan belum mengumumkan besaran kupon maupun nilai emisi per seri pada tahap ini.

Peringkat Obligasi dan Sukuk

Dalam rangka penawaran umum tersebut, INKP telah memperoleh peringkat idA+ untuk obligasi rupiah dan obligasi USD dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), serta peringkat AA dari PT Kredit Rating Indonesia (KRI). 

Untuk instrumen sukuk, peringkat yang diberikan adalah idA+(sy) dari Pefindo dan AA dari KRI. Peringkat ini mencerminkan kapasitas pembayaran kewajiban keuangan yang dinilai memadai berdasarkan metodologi lembaga pemeringkat.

Pelaksana Emisi

Perseroan menunjuk sepuluh penjamin pelaksana emisi, yaitu PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia.

Kemudian, PT Mandiri Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM). 

Berikut jadwal lengkap penawaran obligasi dan sukuk:

  • 25 Februari-5 Maret 2026: Masa penawaran awal 
  • 11 Maret 2026: Perkiraan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
  • 13 Maret 2026: Masa penawaran umum 
  • 16 Maret 2026: Penjatahan
  • 17 Maret 2026: Emisi 
  • 25 Maret: Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penggunaan Dana Obligasi dan Sukuk

Dari sisi penggunaan dana, hasil penerbitan obligasi rupiah setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan sebesar Rp507,5 miliar untuk pembayaran angsuran pokok pinjaman bank dalam mata uang rupiah. Sisa dana akan digunakan untuk modal kerja. 

Dana dari sukuk direncanakan sebesar Rp500 miliar untuk pembayaran sebagian pokok utang dan pembiayaan kredit investasi maupun kredit modal kerja perbankan, sementara sisanya dialokasikan untuk modal kerja dengan komponen pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi, dan biaya overhead. 

Untuk obligasi USD, sebesar USD5,4 juta akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman bank dalam mata uang dolar AS, sedangkan sisanya diperuntukkan bagi kebutuhan modal kerja dengan komposisi serupa.

Rencana penerbitan surat utang ini menunjukkan langkah pendanaan terstruktur dengan kombinasi instrumen konvensional dan syariah serta diversifikasi mata uang. 

Struktur tenor yang mencapai sepuluh tahun mencerminkan pendekatan pendanaan jangka menengah hingga panjang, dengan sebagian dana diarahkan untuk restrukturisasi kewajiban perbankan dan sisanya untuk mendukung kebutuhan operasional perseroan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait