Market Hari Ini 20 Jun 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

INPP Bagikan Dividen Rp67 Miliar dan Gencarkan Ekspansi

INPP membagikan dividen tunai sebesar Rp67 miliar dari laba tahun buku 2024, di tengah kinerja kuat dan ekspansi proyek properti strategis di 2025.

INPP bagikan dividen Rp67 miliar usai laba naik 185 persen. Pendapatan berulang capai 82 persen, proyek Antasari Place dan 23 Paskal lanjut 2025.

Caption foto : Dari kiri Corporate Secretary PT Indonesian Paradise Property Tbk atau INPP Ispandiati Makmur, Presiden Direktur Anthony P Susilo dan Direktur Surina usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta pada Kamis, 19 Juni 2025. (Foto: Dok. Paradise Indonesia)
Caption foto : Dari kiri Corporate Secretary PT Indonesian Paradise Property Tbk atau INPP Ispandiati Makmur, Presiden Direktur Anthony P Susilo dan Direktur Surina usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta pada Kamis, 19 Juni 2025. (Foto: Dok. Paradise Indonesia)

KABARBURSA.COM – Perusahaan perhotelan, PT Indonesian Paradise Property Tbk mengumumkan membagikan dividen tunai sebesar Rp67 miliar atau Rp6 per saham kepada para pemegang saham, menyusul kinerja keuangan solid sepanjang 2024. 

Emiten berkode saham INPP tersebut membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2024 dan disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar kemarin Kamis, 19 Juni 2025 di Jakarta.

Direktur Utama Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo mengatakan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan ekspansi dan pengembangan proyek. “Kinerja positif kami yang ditopang oleh recurring income memungkinkan Perseroan tetap membagikan dividen tanpa mengganggu rencana pertumbuhan jangka panjang,” ujar Anthony pada Jumat, 20 Juni 2025.

Ia menegaskan posisi Paradise Indonesia posisinya sebagai emiten properti dengan kontribusi pendapatan berulang tertinggi di Bursa Efek Indonesia. Pada 2024, pendapatan berulang dari hotel, pusat perbelanjaan, dan properti sewa lainnya menyumbang 82,3 persen dari total pendapatan perusahaan. Hingga kuartal I-2025, recurring income INPP tumbuh 12,6 persen secara tahunan (year-on-year).

Paradise Indonesia mengembangkan portofolio properti yang fokus pada gaya hidup dan segmen menengah atas melalui strategi 4M, yaitu menyasar segmen Middle-Up, membangun properti Mid-Size, fokus pada pengembangan Mixed-Use, dan mengutamakan kota besar (Major Cities). Model bisnis yang l diyakini mampu menjaga kestabilan pendapatan dan mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Proyek strategis terus dilanjutkan di 2025, termasuk proses serah terima Antasari Place Tower 1 yang dimulai sejak Desember 2024 dan direncanakan tuntas tahun ini. Di semester II-2025, perusahaan juga akan meresmikan 23 Paskal Extension di Bandung yang ditargetkan menambah kontribusi recurring income serta mendorong kenaikan laba.

“Untuk menjaga momentum positif dan memastikan kestabilan laba bersih di tahun 2025, INPP berkomitmen penuh untuk menuntaskan proyek-proyek strategis yang sedang berjalan sesuai target,” kata Anthony.

Pada kuartal I-2025, pendapatan INPP tumbuh 9,1 persen yoy menjadi Rp286,4 miliar, sementara laba bersih naik signifikan 185,5 persen yoy menjadi Rp382,4 miliar. 

Pertumbuhan laba terutama didorong oleh keuntungan dari investasi saham atas aset investasi perseroan. INPP menargetkan pertumbuhan dua digit tahun ini dengan melanjutkan ekspansi proyek di lokasi strategis.

Paradise Indonesia mengelola 14 hotel yang tersebar di Jakarta, Bali, Batam, Yogyakarta, dan Makassar, serta enam pusat perbelanjaan di Jakarta, Bandung, dan Bali. Selain Antasari Place dan 23 Paskal Extension, perusahaan juga tengah mengembangkan kawasan mixed-use 23 Semarang Shopping Center dan proyek hunian dengan densitas rendah di Balikpapan.

Dengan fokus pada pengembangan properti ikonik dan recurring income sebagai fondasi pertumbuhan, Paradise Indonesia optimistis dapat terus memberikan nilai optimal kepada para pemegang saham dan menjaga stabilitas laba dalam jangka panjang.

INPP bergerak dalam bidang penyediaan akomodasi, termasuk hotel, pusat perbelanjaan, dan apartemen; didirikan dengan membangun Hotel HARRIS (Tuban, Bali) pada tahun 2001. Bisnis propertinya terus berkembang, kemudian melakukan IPO pada bulan Desember 2004.

Menilik data perdagangannya, pada 19 Juni 2025 kemarin harga sahamnya ditutup di Rp800 per lembarnya atau turun 5,88 persen ke 50 poin. Jika dilihat data perdagangan 3 bulan terakhir, INPP cenderung mengalami bearish dari Rp980 ke Rp800. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait