Market Hari Ini 25 Feb 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

INPP Jawab BEI, Saham Turun di Tengah Klarifikasi Gadai Saham

Manajemen menyebut outstanding kredit MGM Rp nihil dan proforma 30 September 2025 tidak mengubah struktur permodalan, sementara saham INPP ditutup melemah di tengah klarifikasi ke BEI.

INPP klarifikasi gadai saham anak usaha ke BEI. Outstanding kredit Rp nihil, proforma tak ubah struktur modal. Saham ditutup turun 1,86 persen.

Saham INPP pada perdagangan hari ini anjlok di tengah klarifikasi ke BEI terkait gadai saham. (Foto: Dok Indonesian Paradise Property)
Saham INPP pada perdagangan hari ini anjlok di tengah klarifikasi ke BEI terkait gadai saham. (Foto: Dok Indonesian Paradise Property)

Daftar Isi

  1. 01 Laporan Posisi Keuangan
  2. 02 Harga Saham Anjlok

KABARBURSA.COM - PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait transaksi afiliasi berupa pemberian corporate guarantee dan gadai saham pada entitas anak, PT Mitra Gemilang Mahacipta (MGM), di tengah pergerakan saham yang melemah hingga menyentuh batas bawah pergerakan intraday.

Corporate Secretary INPP Ispandiati Makmur, dalam keterangannya Rabu, 25 Februari 2026, menyatakan bahwa transaksi tersebut berkaitan dengan fasilitas kredit MGM. Ia menegaskan bahwa secara historis MGM telah memenuhi seluruh covenant kreditur dan tidak terdapat pelanggaran material, baik finansial maupun non-finansial.

INPP menyebut posisi outstanding fasilitas kredit MGM per tanggal laporan tercatat Rp nihil. Fasilitas tersebut sebelumnya dijamin oleh aset MGM serta didukung arus kas operasional hotel yang bersifat recurring dan penjualan unit ruko yang bersifat non-recurring

Dengan kondisi outstanding Rp nihil, manajemen menyampaikan probabilitas terealisasinya jaminan dari INPP berada pada tingkat sangat rendah.

Laporan Posisi Keuangan

Untuk menjawab permintaan BEI terkait dampak performa transaksi, INPP telah menyusun laporan posisi keuangan proforma per 30 September 2025. 

Hasil penyusunan menunjukkan tidak terdapat perubahan material terhadap struktur permodalan maupun kemampuan memenuhi kewajiban keuangan, dengan rasio utama seperti debt to equity ratio (DER), debt service coverage ratio (DSCR), dan current ratio disebut tetap dalam kondisi sehat.

Dalam skenario sensitivitas, apabila seluruh kewajiban yang dijaminkan terealisasi penuh, INPP menyampaikan masih memiliki likuiditas memadai yang didukung kas internal, arus kas operasional berkelanjutan, serta akses pendanaan. 

Selain INPP, dua pemegang saham MGM lainnya yakni PT Gama Narayana Sakti dengan kepemilikan 29 persen dan Suyanto Chandra sebesar 16 persen, juga memberikan jaminan sesuai porsi kepemilikan masing-masing.

Harga Saham Anjlok

Pada saat yang sama, berdasarkan data perdagangan, saham INPP ditutup di level 790 atau turun 15 poin setara 1,86 persen dari penutupan sebelumnya di 805. Sepanjang sesi, harga dibuka di 805 dan bergerak turun hingga menyentuh level terendah di 790, yang menjadi titik terendah intraday. 

Batas auto rejection atas (ARA) berada di 1.005 dan batas auto rejection bawah (ARB) di 685, sehingga harga belum menyentuh batas ARB. Rata-rata harga tercatat di 791 dengan nilai transaksi sekitar 870,5 ribu.

Pergerakan harga menunjukkan tekanan jual sejak awal sesi hingga penutupan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait