Market Hari Ini 03 Mar 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Insider Selling Tekan AKRA, Harga Turun ke Rp1.320

Direktur jual 2,11 juta saham senilai Rp2,85 miliar, AKRA terkoreksi 3,65 persen ke Rp1.320 dan mendekati area support 1.315 di tengah sinyal teknikal campuran.

Insider selling tekan AKRA ke Rp1.320. Direktur lepas 2,1 juta saham, teknikal masih di atas MA utama.

Di tengah harga saham AKRA yang sedang melemah, salah satu direktur justru melepas sebagian kepemilikan. (Foto: AKR Corporindo)
Di tengah harga saham AKRA yang sedang melemah, salah satu direktur justru melepas sebagian kepemilikan. (Foto: AKR Corporindo)

Daftar Isi

  1. 01 Pergerakan Intraday dan Teknikal

KABARBURSA.COM – Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melemah pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, setelah salah satu direkturnya, Suresh Vembu, tercatat melepas sebagian kepemilikan saham. 

Hingga penutupan perdagangan, saham AKRA turun 3,65 persen atau 50 poin ke level Rp1.320 dari posisi penutupan sebelumnya Rp1.370.

Berdasarkan laporan transaksi resmi, Suresh melakukan serangkaian penjualan pada 26 dan 27 Februari serta 2 Maret 2025. Rinciannya meliputi penjualan 2.500 saham di harga Rp1.305, 12.200 saham di harga Rp1.310, serta 2.100.000 saham di harga Rp1.349. 

Total saham yang dilepas mencapai 2.114.700 lembar dengan nilai transaksi sekitar Rp2,85 miliar. Setelah transaksi tersebut, kepemilikannya tersisa 2,8 juta saham atau setara 0,014 persen dari sebelumnya 4,92 juta saham atau 0,025 persen.

Pergerakan Intraday dan Teknikal

Pada sesi perdagangan hari ini, saham AKRA dibuka di level Rp1.390 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp1.395 sebelum bergerak turun hingga mencatatkan level terendah Rp1.315. Tekanan jual intraday mendorong harga bertahan di bawah level pivot harian dan mendekati area support Fibonacci di kisaran Rp1.315. 

Kapitalisasi pasar AKRA tercatat sekitar Rp26,50 triliun dengan rasio price to earnings 10,83 kali dan dividend yield sekitar 7,58 persen.

Secara teknikal, indikator momentum masih menunjukkan kecenderungan positif meski harga terkoreksi. Relative Strength Index (RSI) berada di level 53,15 yang mencerminkan kondisi netral cenderung menguat. 

Indikator MACD mencatatkan sinyal beli dengan nilai 10,428, sementara ADX di level 26,30 menunjukkan adanya kekuatan tren. CCI berada di area 152,56 yang mengindikasikan tekanan beli sebelumnya cukup kuat, meski Ultimate Oscillator memberikan sinyal jual jangka pendek.

Dari sisi rata-rata pergerakan, seluruh moving average utama mulai dari MA5 hingga MA200 berada dalam kategori beli, baik pada perhitungan sederhana maupun eksponensial. MA5 dan MA10 berada di kisaran Rp1.308–Rp1.309, sementara MA20 di sekitar Rp1.297 dan MA50 di Rp1.279. 

Struktur ini menunjukkan harga masih berada di atas rata-rata pergerakan jangka pendek dan menengah meskipun mengalami koreksi intraday.

Berdasarkan pivot point klasik, area support terdekat berada di kisaran Rp1.330 hingga Rp1.290, sementara resistance berada di area Rp1.395 hingga Rp1.420. Penutupan di Rp1.320 menempatkan harga di bawah pivot harian Rp1.355 dan mendekati zona support Fibonacci Rp1.315. 

Pergerakan ini mencerminkan tekanan jangka pendek yang muncul bersamaan dengan laporan transaksi insider.

Secara keseluruhan, pelepasan saham oleh direktur menjadi sentimen jangka pendek yang beriringan dengan koreksi harga intraday. Namun dari sisi teknikal, struktur tren menengah masih ditopang oleh posisi harga yang berada di atas sebagian besar rata-rata pergerakan utama. 

Arah pergerakan berikutnya akan dipengaruhi kemampuan harga bertahan di atas area Rp1.315–Rp1.300 serta respons pasar terhadap dinamika kepemilikan saham manajemen.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait