Market Hari Ini 04 Jan 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Intip Saham Teratas yang Dikoleksi Ritel Pekan Lalu

Data transaksi menunjukkan ritel aktif memborong saham bank besar, energi, hingga komoditas menjelang awal perdagangan 2026.

Ritel aktif mengoleksi saham BBRI, BULL, hingga TINS pada pekan terakhir 2025. Berikut daftar saham teratas incaran ritel.

Aktivitas investor ritel kembali mendominasi pasar saham pada pekan terakhir 2025 hingga awal 2026. (Foto: Dok. KabarBursa)
Aktivitas investor ritel kembali mendominasi pasar saham pada pekan terakhir 2025 hingga awal 2026. (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Aktivitas investor ritel kembali mendominasi pasar saham pada pekan terakhir 2025 hingga awal 2026. 

Data transaksi menunjukkan broker ritel Stockbit Sekuritas Digital (XL) menjadi broker paling aktif dengan nilai transaksi terbesar, sekaligus mencatat beli bersih sepanjang periode 29 Desember, 31 Desember 2025, dan 2 Januari 2026

Berdasarkan data, nilai transaksi XL mencapai Rp16,8 triliun di seluruh pasar. Dari jumlah tersebut, ritel membukukan beli bersih Rp226,3 miliar, dengan nilai beli Rp8,5 triliun dan nilai jual Rp8,3 triliun. 

Volume transaksi tercatat 44,4 miliar saham dengan frekuensi 5,3 juta kali transaksi, mencerminkan partisipasi ritel yang tetap aktif memasuki tahun perdagangan baru.

Di tingkat saham, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi emiten dengan akumulasi ritel terbesar. 

Saham bank badan usaha milik negara (BUMN) ini diborong ritel senilai Rp182,1 miliar, dengan volume beli 493.275 lot pada harga rata-rata Rp3.699 per saham. Nilai tersebut menempatkan BBRI sebagai jangkar utama portofolio ritel sepanjang pekan lalu.

Posisi berikutnya ditempati PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dengan beli bersih Rp43,8 miliar. Meski nilai transaksinya di bawah BBRI, volume beli mencapai 998.301 lot pada harga rata-rata Rp452, menunjukkan ketertarikan ritel pada saham berharga rendah dengan likuiditas tinggi.

Ritel juga aktif mengoleksi saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU). 

CDIA mencatat beli bersih Rp40,8 miliar dengan volume 242.357 lot, sementara RATU dibeli ritel senilai Rp35,2 miliar pada harga rata-rata Rp9.806 per saham, menandakan minat ritel tidak hanya terkonsentrasi di saham murah.

Dari sektor komoditas, PT Timah (Persero) Tbk (TINS) dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) masuk daftar saham teratas ritel. TINS diborong Rp30,1 miliar, sedangkan ARCI mencatat beli bersih Rp25,9 miliar. 

Sementara itu, PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) juga menarik minat ritel dengan nilai beli Rp25,8 miliar dan volume di atas 400 ribu lot.

Di sektor infrastruktur dan properti, ritel mencatatkan akumulasi pada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sebesar Rp27,0 miliar serta PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) senilai Rp25,3 miliar. 

Adapun dari perbankan BUMN lainnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat beli bersih Rp21,8 miliar.

Secara keseluruhan, data menunjukkan pola akumulasi ritel yang tersebar lintas sektor, mulai dari perbankan besar, energi, komoditas, hingga saham lapis kedua. 

Aktivitas ini berlangsung dengan selisih beli-jual yang relatif tipis, mencerminkan strategi ritel yang selektif namun tetap aktif menjelang pembukaan penuh perdagangan 2026. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait