Market Hari Ini 08 Jan 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Intip Tujuan SMRA Tambah Modal Dua Entitas Rp27 Miliar

SMRA melaporkan transaksi afiliasi berupa penambahan modal pada dua perusahaan terkendali melalui entitas afiliasi dengan total nilai Rp27,02 miliar.

Summarecon Agung (SMRA) menambah modal dua entitas afiliasi senilai Rp27 miliar. Saham SMRA stagnan di Rp388 dengan volume di bawah rata-rata.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melaporkan realisasi transaksi afiliasi berupa penambahan modal pada dua perusahaan terkendali melalui entitas afiliasi. (Foto: Dok. Summarecon Agung)
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melaporkan realisasi transaksi afiliasi berupa penambahan modal pada dua perusahaan terkendali melalui entitas afiliasi. (Foto: Dok. Summarecon Agung)

Daftar Isi

  1. 01 Saham SMRA Hari ini Stagnan

KABARBURSA.COM – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melaporkan realisasi transaksi afiliasi berupa penambahan modal pada dua perusahaan terkendali melalui entitas afiliasi.

“Perseroan dengan ini melaporkan transaksi afiliasi berupa penambahan modal oleh Perseroan atau perusahaan terkendali Perseroan pada perusahaan terkendali Perseroan lainnya,” ujar Corporate Secretary Summarecon Agung, Lydia Tijo, dalam keterbukaan informasi, Kamis, 8 Januari 2026.

Dalam laporan tersebut, perseroan merinci penambahan modal pertama dilakukan pada PT Bandung Tatanan Kota. Penambahan penyertaan modal dilakukan oleh PT Mahkota Permata Perdana dengan nilai sebesar Rp6,505 miliar.

Persetujuan atas perubahan anggaran dasar terkait penambahan modal di PT Bandung Tatanan Kota tersebut telah diperoleh pada 6 Januari 2026. Aksi ini dilaporkan sebagai bagian dari transaksi afiliasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Perseroan juga melaporkan penambahan modal pada PT Banyumas Eka Mandiri. Dalam transaksi ini, PT Mahkota Intan Cemerlang menambah penyertaan modal dengan nilai mencapai Rp20,515 miliar.

“Seluruh transaksi tersebut telah memperoleh persetujuan perubahan anggaran dasar pada tanggal 6 Januari 2026,” kata Lydia, menegaskan kronologi dan waktu pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Manajemen menyatakan bahwa penambahan modal ini dilakukan antar entitas dalam kelompok usaha Perseroan. Transaksi tersebut dikategorikan sebagai transaksi afiliasi dan telah dilaporkan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Dalam dokumen yang sama, Perseroan juga menegaskan bahwa transaksi penambahan modal tersebut tidak mengandung benturan kepentingan. Seluruh pelaporan dilakukan sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi kepada regulator dan otoritas pasar modal.

Perseroan mencatatkan aksi korporasi tersebut sebagai bagian dari pengelolaan struktur permodalan entitas anak dan afiliasi.

Saham SMRA Hari ini Stagnan

Di tengah pengumuman aksi korporasi tersebut, pergerakan saham SMRA pada perdagangan hari ini terpantau stagnan. Hingga pukul 11.59 WIB, saham SMRA berada di level Rp388 per saham, tidak berubah dibandingkan harga penutupan sebelumnya.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham SMRA bergerak dalam rentang Rp386 hingga Rp392. Harga pembukaan tercatat di level Rp388, sekaligus menjadi harga rata-rata transaksi harian.

Volume transaksi SMRA tercatat sebesar 11,04 juta saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata volume harian yang berada di kisaran 29,13 juta saham. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp4,3 miliar dengan frekuensi 1.527 kali.

Dari sisi struktur perdagangan, antrean jual terlihat lebih dominan dibandingkan antrean beli. Total antrean di sisi offer tercatat 389.026 lot, sementara total antrean bid berada di level 239.479 lot. Konsentrasi antrean beli terbesar berada di kisaran harga Rp380–Rp388, sedangkan antrean jual menumpuk di area Rp390–Rp396. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait