Market Hari Ini 20 Oct 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Investor Baru Masuk, Boston Furniture (SOFA) Siap Ganti Pengendali

Perusahaan produsen mebel berkode SOFA tengah menjalani fase penting yang berpotensi mengubah arah bisnis dan struktur kepemilikannya.

PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) menyampaikan laporan resmi kepada otoritas pasar modal terkait perubahan penting dalam struktur kepemilikan perusahaan

PT Boston Furniture Industries Tbk, produsen mebel berbasis kayu dan logam, mengumumkan adanya rencana pengambilalihan mayoritas saham. (Foto: Dok. Boston Furniture)
PT Boston Furniture Industries Tbk, produsen mebel berbasis kayu dan logam, mengumumkan adanya rencana pengambilalihan mayoritas saham. (Foto: Dok. Boston Furniture)

KABARBURSA.COM – PT Boston Furniture Industries Tbk, produsen mebel berbasis kayu dan logam, mengumumkan adanya rencana pengambilalihan mayoritas saham oleh PT Asia Investment Capital. 

Transaksi ini akan mengubah pengendalian perusahaan setelah para pemegang saham utama menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) pada Jumat, 17 Oktober 2025.

Direktur Utama Boston Furniture Industries, Yohan Satya, menyampaikan bahwa penandatanganan PJBS tersebut dilakukan oleh para pemegang saham lama, Hardy Satya, Yohan Satya sendiri, dan Dimas Adiyasa Wiryaatmaja, yang secara bersama-sama menjual seluruh kepemilikan saham mereka kepada Asia Investment Capital.

“Para pemegang saham telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Asia Investment Capital untuk penjualan seluruh saham sejumlah 1.173.500.000 lembar, yang mewakili 70,96 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan,” ujar Yohan dalam keterangannya, dikutip Senin, 20 Oktober 2025.

Boston Furniture menjelaskan, penyelesaian transaksi akan dilakukan setelah terpenuhinya seluruh prasyarat penutupan atau closing conditions sebagaimana diatur dalam perjanjian. Batas waktu pemenuhan syarat tersebut ditetapkan paling lambat pada 31 Oktober 2025, atau tanggal lain yang disepakati para pihak.

Tanggal penutupan itu akan menjadi efektifnya perubahan pengendali perseroan, di mana Asia Investment Capital akan resmi menjadi pemegang saham pengendali Boston Furniture Industries.

Lebih lanjut, Yohan menegaskan bahwa para pihak yang terlibat dalam rencana transaksi tersebut tidak memiliki hubungan afiliasi. Dengan demikian, aksi ini dilakukan secara independen sesuai ketentuan pasar modal.

“Rencana transaksi masih dalam proses, sehingga saat ini perseroan belum dapat memastikan dampaknya terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kondisi keuangan perusahaan,” ujarnya.

Boston Furniture juga menyampaikan bahwa pengambilalihan akan dilakukan dengan mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, termasuk ketentuan dalam POJK No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.

Perseroan menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi dan transparansi kepada publik serta pemegang saham, dan akan menyampaikan pembaruan apabila terdapat perkembangan lebih lanjut dari proses akuisisi ini.

Boston Furniture Industries dikenal sebagai produsen mebel dan produk kayu dengan lini bisnis mencakup pengolahan material logam, distribusi, dan penjualan furnitur di dalam maupun luar negeri. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait