Market Hari Ini 31 Mar 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Investor Diguncang Ketidakpastian, Wall Street Ditutup Melemah

Indeks S&P 500 (SPX), kehilangan 25,13 poin atau 0,39 persen menjadi 6.343,72

Indeks bursa Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menurun pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026

Ilustrasi: Suasana dalam New York Stock Exchange atau Wall Street. (Foto: Wikimedia Commons)
Ilustrasi: Suasana dalam New York Stock Exchange atau Wall Street. (Foto: Wikimedia Commons)

KABARBURSA.COM - Indeks bursa Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menurun pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026 di tengah meluasnya konflik di Timur Tengah.

Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 49,50 poin atau 0,11 persen ke level 45.216,14. Namun, dua Indeks lainnya mengalami pelemahan.

Indeks S&P 500 (SPX),  kehilangan 25,13 poin atau 0,39 persen menjadi 6.343,72. Hal serupa juga dialami Nasdaq Composite (IXIC) yang melemah sebesar 153,72 poin atau 0,73 persen ke level 20.794,64.

Saat ini, investor dinilai telah diguncang  ketidakpastian seputar perang di Timur Tengah, yang menyebabkan harga minyak melonjak dan memicu kekhawatiran inflasi.

"Pemerintahan terus mengirimkan pesan yang membingungkan," kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments, sebuah kantor investasi keluarga di New Vernon, New Jersey.

Presiden AS, Donald Trump mengatakan pihaknya sedang melakukan diskusi serius dengan "rezim yang lebih masuk akal" untuk mengakhiri perang.

Namun, ia mengulangi ancamannya untuk membuka Selat Hormuz. Pihak Iran menggambarkan proposal perdamaian AS menjadi tidak realistis.

Pada saat yang sama, konflik tersebut semakin memanas. Milisi Houthi Yaman memasuki perang pada akhir pekan lalu.

Ketika pesan-pesan tersebut tampak baik, hal itu membantu pasar. Meckler mengatakan bahwa investor mungkin sedang mencari "titik terendah" secara teknis setelah aksi jual baru-baru ini.

Komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan dukungan bagi pasar saham. Powell mengatakan ekspektasi inflasi jangka panjang tampaknya tetap stabil meskipun terjadi guncangan energi saat ini, dan The Fed belum perlu mengambil keputusan tentang bagaimana menanggapi masalah terbaru ini.

FedWatch Tool dari CME Group menilai para pelaku pasar uang telah memperkirakan tidak akan ada pelonggaran kebijakan moneter dari Federal Reserve tahun ini, dibandingkan dengan dua kali pemotongan suku bunga yang diperkirakan sebelum perang dimulai.  (*) 
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait