Market Hari Ini 14 Apr 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Uslimin Usle

Investor Kini Bisa Akses Data Order Saham Tanpa Pindah Sekuritas

Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi pasar saham yang bergerak fluktuatif sepanjang awal 2026

PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) membuka akses aplikasi trading miliknya agar dapat digunakan secara gratis oleh investor, termasuk nasabah dari sekuritas lain

Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) membuka akses aplikasi trading miliknya agar dapat digunakan secara gratis oleh investor, termasuk nasabah dari sekuritas lain. Melalui kebijakan ini, investor kini dapat memantau antrian order saham secara real time tanpa perlu memindahkan dana atau berpindah broker.

Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi pasar saham yang bergerak fluktuatif sepanjang awal 2026, di mana akses terhadap data real time dinilai semakin penting dalam pengambilan keputusan investasi. Selama ini, sebagian investor masih mengandalkan data broker summary yang bersifat historis, sehingga tidak mencerminkan kondisi pasar yang sedang berlangsung.

Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas, Sergio Ticoalu, menyampaikan bahwa keterbatasan akses terhadap teknologi menjadi salah satu tantangan yang dihadapi investor ritel di Indonesia.

“Penyebabnya adalah keterbatasan infrastruktur teknologi di sekuritas tempat mereka bergabung yang tidak dapat menghadirkan teknologi trading dengan fitur real time,” ujar Sergio dalam keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com Selasa, 14 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa tidak semua perusahaan sekuritas memiliki kemampuan menghadirkan fitur seperti live orderbook maupun indikator trading berbasis data aktual. Hal ini umumnya dipengaruhi oleh kebutuhan investasi teknologi yang besar serta kesiapan sistem dan sumber daya.

Akibatnya, investor tidak dapat melihat antrian order saham yang sedang berlangsung, tidak mengetahui tekanan beli dan jual secara langsung, serta sulit mengidentifikasi pergerakan akumulasi atau distribusi di pasar. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas keputusan transaksi yang diambil.

Melalui aplikasi IPOT, investor kini dapat mengakses berbagai fitur berbasis data real time, seperti live orderbook untuk melihat antrian beli dan jual saham secara langsung, indikator Live Accumulation Distribution Indicator (LADI), serta fitur HAKA dan HAKI untuk membaca tekanan pasar.

Selain itu, tersedia pula fitur AI Live yang menampilkan saham dengan aktivitas tinggi berdasarkan data aktual, laporan profit dan loss broker harian, serta IPOT Views yang berisi riset institusi.

“Ini bukan promosi. Ini adalah pernyataan sikap IPOT bahwa keterbatasan teknologi di sekuritas lain tidak boleh menjadi hukuman bagi investor retail Indonesia,” tegasnya.

IPOT menyatakan bahwa akses ini dapat digunakan tanpa syarat transfer dana maupun kewajiban berpindah sekuritas. Investor cukup mengunduh aplikasi dan melakukan pendaftaran untuk dapat langsung memanfaatkan fitur yang tersedia.

Sergio menambahkan bahwa kebijakan ini juga mempertimbangkan kondisi investor yang tidak selalu dapat berpindah sekuritas dengan mudah karena masih memiliki portofolio aktif atau rekening yang berjalan.

IPOT sendiri didukung oleh infrastruktur teknologi yang telah dikembangkan untuk mengelola dana kelolaan sekitar Rp312 triliun, dengan integrasi antara sistem trading, indikator analisis, dan riset dalam satu platform.

Dalam kondisi pasar yang semakin dinamis, akses terhadap data real time dinilai dapat membantu investor memahami pergerakan pasar secara lebih akurat dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang relevan. Dengan langkah ini, IPOT berharap dapat mendorong peningkatan transparansi serta kualitas transaksi di kalangan investor ritel Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait