Market Hari Ini 17 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Investor Sudah Boncos Hampir 7 Persen, Apa Strategi WIFI Besok?

Saham WIFI terus bergerak di zona merah sepanjang Mei 2026. Tekanan jual asing belum berhenti, sementara harga masih tertahan di bawah MA60.

Saham WIFI turun hampir 6 persen sepanjang Mei 2026. Asing terus keluar, sementara harga masih tertahan di bawah MA60.

Dalam periode perdagangan berjalan, investor WIFI sudah mengalami penurunan nilai sekitar 140 poin atau minus 5,86 persen. (Foto: dok Solusi Sinergi Digital)
Dalam periode perdagangan berjalan, investor WIFI sudah mengalami penurunan nilai sekitar 140 poin atau minus 5,86 persen. (Foto: dok Solusi Sinergi Digital)

Daftar Isi

  1. 01 Asing Berbalik Pergi
  2. 02 Strategi: Buy on Weakness?

KABARBURSA.COM – Sepanjang Mei ini, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) belum berhasil keluar dari tekanan. Setelah sempat bergerak di area 2.400 pada awal bulan, saham ini perlahan terus melemah hingga bertahan di level 2.250 pada perdagangan terakhir.

Rabu, 13 Mei 2026, WIFI ditutup stagnan di level 2.250. Meski tidak bergerak dibanding hari sebelumnya, tekanan jual terlihat cukup dominan di sepanjang sesi perdagangan.

Saham sempat dibuka di level 2.280 sebelum turun hingga area terendah 2.200. Nilai transaksinya tercatat sebesar Rp44,95 miliar, dengan volume perdagangan mencapai 196,15 ribu lot dan frekuensi transaksi sekitar 3,04 ribu kali.

Jika dihitung sejak awal perdagangan Mei, posisi investor WIFI sebenarnya sudah mulai tergerus cukup dalam. Pada 5 Mei 2026, saham WIFI masih berada di level 2.390 sebelum akhirnya turun menjadi 2.250 pada perdagangan terakhir.

Artinya, dalam periode perdagangan berjalan, investor sudah mengalami penurunan nilai sekitar 140 poin atau minus 5,86 persen. Namun jika ditarik dari level tertinggi intraday 2.490 pada 7 Mei menuju level penutupan 2.250, tekanan harga yang terjadi sudah mencapai sekitar 9,64 persen.

Asing Berbalik Pergi

Tekanan terhadap WIFI juga terlihat dari pergerakan dana asing yang mulai berbalik arah. Pada awal Mei, saham ini sebenarnya masih sempat mendapatkan dorongan foreign inflow cukup besar.

Pada 5 Mei, WIFI mencatat net foreign buy Rp8,54 miliar ketika harga naik ke 2.390. Sehari setelahnya, asing justru berbalik melakukan distribusi dengan net foreign sell Rp2,79 miliar.

Kondisi tersebut sempat membaik pada 7 Mei ketika saham bergerak di area 2.400 dan mencatat net foreign buy tipis Rp986 juta. Namun tekanan kembali muncul setelah itu.

Pada 12 Mei, asing melakukan net sell Rp3,54 miliar, lalu berlanjut Rp415 juta pada perdagangan 13 Mei. Jika diakumulasi sejak 6 Mei hingga 13 Mei, tekanan jual asing mencapai sekitar Rp6,06 miliar.

Strategi: Buy on Weakness?

Pola tersebut membuat WIFI belum benar-benar lepas dari fase distribusi jangka pendek. Pergerakan harga juga masih tertahan di bawah MA60, yang kini menjadi area resistance penting untuk rebound berikutnya.

Secara teknikal, MNC Sekuritas melihat saham WIFI masih berada dalam fase buy on weakness. Area 2.050 hingga 2.160 kini menjadi rentang yang mulai diperhatikan trader sebagai zona koleksi bertahap.

Selama harga masih mampu bertahan di atas area psikologis 2.000, peluang rebound teknikal dinilai masih terbuka. Dalam skenario jangka pendek, saham WIFI berpotensi menguji area 2.460 hingga 2.710 apabila tekanan jual mulai mereda dan volume beli kembali meningkat.

Meski begitu, pergerakan saham besok masih kemungkinan akan berlangsung fluktuatif. Pasar masih akan melihat apakah area 2.200 mampu menjadi bantalan jangka pendek atau justru kembali ditembus ketika tekanan asing meningkat.

Untuk investor jangka pendek, WIFI masih menarik dipantau karena harga sudah mulai mendekati area bawah teknikal. Namun strategi masuk cenderung lebih aman dilakukan bertahap di area 2.050–2.160 dibanding mengejar harga ketika saham mulai naik cepat intraday.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait