Market Hari Ini 19 Mar 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

IPCM Bukukan Laba 2025 Dua Digit, Bisnis Pelabuhan Tumbuh

Dominasi jasa penundaan kapal dan efisiensi operasional menopang kinerja perusahaan jasa kepelabuhanan.

IPCM catat laba Rp196,44 miliar pada 2025, naik 17,74 persen dengan pendapatan Rp1,47 triliun.

PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) membukukan laba bersih Rp196,44 miliar pada 2025. (Foto: Dok. IPC Marine)
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) membukukan laba bersih Rp196,44 miliar pada 2025. (Foto: Dok. IPC Marine)

KABARBURSA.COM – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) atau IPC Marine membukukan laba bersih Rp196,44 miliar pada 2025, naik 17,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy). 

Direktur Utama IPCM Shanti Puruhita mengatakan capaian tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis serta penguatan layanan maritim. Kinerja ini ditopang pertumbuhan pendapatan serta peningkatan layanan operasional kepelabuhanan.

“Pertumbuhan kinerja IPCM pada 2025 menunjukkan ketahanan model bisnis perusahaan,” ujarnya, dalam siaran pers resmi, dikutip Kamis, 19 Maret 2026.

Ia menyebut peningkatan kinerja didorong konsistensi dalam efisiensi operasional dan penguatan kolaborasi strategis. “Kami terus memperkuat kualitas layanan maritim dan memperluas kolaborasi di sektor kepelabuhanan,” kata Shanti.

Pendapatan IPCM tercatat Rp1,47 triliun pada 2025, tumbuh 9,65 persen dari Rp1,34 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan aktivitas layanan pemanduan dan penundaan kapal.

Kontributor terbesar pendapatan berasal dari jasa penundaan sebesar Rp1,32 triliun atau 89,51 persen dari total pendapatan. Sementara jasa pemanduan menyumbang Rp105,07 miliar atau 7,12 persen, serta jasa pengangkutan dan lainnya Rp49,67 miliar atau 3,37 persen.

Dari sisi neraca, total aset IPCM meningkat 3,91 persen menjadi Rp1,71 triliun pada akhir 2025. Total ekuitas juga naik 5,48 persen menjadi Rp1,36 triliun, mencerminkan penguatan fundamental keuangan.

Peningkatan laba bersih didukung efektivitas pola operasional dan pengelolaan biaya. Kinerja produksi juga meningkat melalui optimalisasi layanan maritim yang dijalankan sepanjang tahun.

IPCM memperkuat kemitraan strategis pada 2025 melalui kerja sama dengan PT Pelabuhan Bukit Prima dan PT Nusantara Regas. Kerja sama ini mencakup layanan penundaan kapal di TUKS milik PT Bukit Asam Tbk serta layanan pemanduan dan penundaan di fasilitas FSRU.

Perseroan menyebut kerja sama tersebut menjadi bagian dari peningkatan kepercayaan mitra industri terhadap layanan IPCM. Dukungan ini juga memperluas portofolio proyek di sektor kepelabuhanan dan energi.

Secara industri, aktivitas perdagangan dan logistik nasional yang meningkat mendorong kebutuhan layanan maritim. Kondisi ini menjadi pendorong pertumbuhan sektor jasa kepelabuhanan.

IPCM menargetkan penguatan kinerja melalui optimalisasi armada dan pengembangan layanan di wilayah strategis. Perseroan juga akan mendorong inovasi layanan untuk mendukung kelancaran arus logistik nasional. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait