Market Hari Ini 25 May 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

ISSP Gelontorkan Rp200 Miliar untuk Buyback Saham

Steel Pipe Industry of Indonesia menyiapkan pembelian kembali hingga 83,33 juta saham atau setara 3,4 persen dari total saham beredar.

ISSP menyiapkan dana Rp200 miliar untuk buyback saham hingga 83,33 juta lembar. Perseroan menilai harga saham saat ini belum mencerminkan valuasi yang wajar

ISSP gelar buyback saham Rp200 miliar (Foto: PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk)
ISSP gelar buyback saham Rp200 miliar (Foto: PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk)

KABARBURSA.COM - PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan persiapan dana sebesar Rp200 miliar.

Manajemen ISSP dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin, 25 Mei 2026 menyampaikan dana yang dikucurkan tersebut tidak termasuk biaya perantara pedangang efek dan lainnya yang terkait dengan buyback saham.

"Perkiraan jumlah lembar saham yang akan dibeli kembali kurang lebih sebesar 3,4 persen atau kurang lebih sebanyak 83.330.000  lembar dari total saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan," tulis manajemen.

Manajemen ISSP menyebut, jumlah maksimum saham yang dapat dibeli kembali tetap memperhatikan jumlah saham free float  dan tidak akan lebih rendah dari 20 persen dari jumlah saham tercatat.

Lebih jauh manajemen membeberkan, pertimbangan Perseroan melakukan aksi buyback ini karena harga saham Perseroan saat ini belum mencerminkan harga yang wajar.

"Pembiayaan atas buyback saham tidak akan berdampak signifikan pada penurunan pendapatan, dikarenakan sampai saat ini Perseroan masih memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk operasional Perseroan," tulis manajemen.

Adapun periode buyback saham ini akan berlangsung dalam waktu tiga bulan setelah keterbukaan Informasi yaitu tanggal 25 Agustus 2026. 

Aksi buyback saham bisa diartikan sebagai bentuk kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis dan kondisi keuangan perusahaan. Apalagi, ISSP menyatakan dana menegaskan dana Rp200 miliar untuk buyback tidak akan mengganggu modal kerja maupun arus kas operasional.

Selain itu, aksi ini bisa membantu menjaga stabilitas harga saham, terutama ketika pasar menilai valuasi emiten sedang murah atau kurang dihargai. Efeknya, juga cukup kuat karena pasar biasanya melihat buyback sebagai sinyal perusahaan merasa sahamnya layak dikoleksi.

Namun demikian, buyback tidak selalu otomatis membuat harga saham langsung naik tajam. Pergerakan saham tetap akan dipengaruhi kondisi pasar, kinerja keuangan, sentimen, serta minat investor terhadap saham ISSP ke depan. (*)

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait