Market Hari Ini 21 May 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Pramirvan Datu

Jaga Pasokan, PGAS Sepakati Perjanjian Jual Beli Gas

PJBG dan kerja sama yang ditandatangani ini bernilai sangat strategis bagi perusahaan, khususnya untuk keberlanjutan pemanfaatan gas bumi domestik.

PGAS teken kerja sama strategis dan PJBG baru di IPA Convex 2025, dorong pasokan gas bumi nasional meski laba kuartal I turun 48,8 persen.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS). (Foto: Dokumentasi Perusahaan)
PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS). (Foto: Dokumentasi Perusahaan)

Daftar Isi

  1. 01 Laba Perusahaan Anjlok, Kinerja Saham Masih Kuat

KABARBURSA.COM - PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS) menandatangani sejumlah Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dan kerja sama strategis dalam forum Indonesian Petroleum Association Convention& Exhibition (IPA Convex) 2025.

Penandatanganan itu bertujuan untuk menjaga keandalan pasokan untuk pelanggan dengan tetap memperhatikan ketentuan dari Kementerian ESDM. 

Adapun ketentuan yang dimaksud adalah:

  1. PJBG untuk jargas dengan PGE dengan volume gas bumi sebesar 0,9 BBTUD.
  2. PJBG dengan Pertamina EP Jawa Barat dengan volume gas bumi sebesar 12 – 17 BBTUD (ramp up).
  3. PJBG dengan MBGI dengan volume gas bumi sebesar 0,35 BBTUD. 
  4. PJBG dengan PHE Ogan Komering dengan volume gas bumi sebesar 3,99 BBTUD.
  5. Amandemen PJBG dengan PHE North Sumatera Offshore dengan volume gas bumi sebesar 8,48 BBTUD. 
  6. Amandemen PJBG dengan Pertamina EP Medan dengan volume gas bumi sebesar 4,5 – 11 BBTUD.

Selain PJBG, perusahaan dengan kode saham PGAS ini juga menandatangani Heads of Agreement (HOA) dengan Petronas Bukit Panjang untuk meraih potensi pasokan gas bumi hingga 31 BBTUD. 

HOA ini menjadi awal kerja sama strategis bagi PGAS untuk menggali peluang pasokan gas bumi dari sumber yang baru. Kedua belah pihak tentunya akan tetap memperhatikan ketentuan dari pemerintah terkait alokasi yang dapat dimanfaatkan.

Direktur Komersial PGAS Ratih Esti Prihatini mengatakan, PJBG dan kerja sama yang ditandatangani ini bernilai sangat strategis bagi perusahaan, khususnya untuk keberlanjutan pemanfaatan gas bumi domestik.

"PGN berkomitmen untuk terus menjalankan peran dalam memenuhi kebutuhan energi bangsa, serta selaras dengan program pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," kata Ratih dalam keterangan tertulisnya, dikutip Rabu, 21 Mei 2025.

Laba Perusahaan Anjlok, Kinerja Saham Masih Kuat

PGAS mencatatkan kinerja yang kurang bagus pada kuartal I 2025. Perusahaan sebenarnya mampu meraih pendapatan USD967 juta, meningkat 2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Namun, laba perusahaan pada kuartal I 2025 menurun sebesar 48,8 persen dari USD121,14 juta pada periode serupa tahun 2024, menjadi USD62,02 juta. 

Mengutip Stockbit hari ini, PGAS mencatatkan kinerja harga saham yang cukup mengesankan. Harga saham PGAS menunjukkan penguatan signifikan dalam beberapa periode, terutama dalam jangka panjang.

Selama lima tahun terakhir, harga saham PGAS melonjak hingga 107,83 persen, menandakan potensi jangka panjang yang menjanjikan bagi investor. 

Dalam periode enam bulan terakhir saja, penguatan saham tercatat sebesar 15,77 persen, dan secara tahunan mencapai 9,52 persen. Dalam sepekan terakhir, saham PGAS mengalami kenaikan sebesar 7,48 persen.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait