Market Hari Ini 22 May 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

JATI Melesat saat Bisnis AI Digeber, Ada Strategi 'Transform the Dino'

Jatis Mobile mencatat lonjakan laba bersih lebih dari 300 persen pada 2025 sambil mempercepat transformasi sistem lama berbasis multiple AI agents.

JATI mencatat laba bersih Rp20,81 miliar pada 2025 dan memperkuat bisnis AI lewat platform Sejati.AI.

Manajemen Jatis Mobile memaparkan pertumbuhan laba dan strategi pengembangan AI. (Foto: Dok. Informasi Teknologi Indonesia)
Manajemen Jatis Mobile memaparkan pertumbuhan laba dan strategi pengembangan AI. (Foto: Dok. Informasi Teknologi Indonesia)

KABARBURSA.COM – PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) atau Jatis Mobile mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang agresif sepanjang 2025 di tengah ekspansi bisnis berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Perseroan juga mulai memperkuat posisinya sebagai pengembang platform AI lokal untuk segmen enterprise di Indonesia.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan pada 20 Mei 2026, manajemen JATI memaparkan pendapatan usaha perusahaan naik menjadi Rp634,94 miliar pada 2025 dari Rp534,45 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut setara naik 18,80 persen secara tahunan.

Kinerja profitabilitas perseroan juga melonjak signifikan. EBITDA JATI meningkat dari Rp14,64 miliar menjadi Rp37,19 miliar atau tumbuh 154,03 persen.

Sementara itu, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari Rp5,08 miliar menjadi Rp20,81 miliar sepanjang 2025. Lonjakan tersebut setara tumbuh 309,65 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di tengah pertumbuhan keuangan tersebut, JATI mulai mempercepat transformasi sistem teknologi internal melalui proyek bertajuk Transform the Dino. Proyek ini menjadi upaya revitalisasi sistem lama (legacy system) Jatis Notification System (JNS) yang telah beroperasi selama 23 tahun dan menangani ratusan juta transaksi SMS.

Revitalisasi tersebut dilakukan dengan bantuan berbagai perangkat AI dan multiple AI agents yang berjalan paralel. Hasilnya, pengembangan sistem diklaim berlangsung 50 persen lebih cepat dibanding metode konvensional.

Selain mempercepat pengembangan, manajemen menyebut sistem baru juga memiliki standar zero error dan zero defect dengan tingkat downtime sangat rendah. Perseroan menilai transformasi tersebut penting untuk menopang skalabilitas bisnis jangka panjang.

Implementasi AI kini juga diperluas ke seluruh lini organisasi. Manajemen JATI mewajibkan penggunaan teknologi AI di seluruh divisi untuk meningkatkan efektivitas kerja dan mempercepat penyelesaian proyek.

JATI menyebut para engineer perusahaan telah membangun multiple AI agents yang bekerja paralel untuk mendukung efisiensi operasional. Penggunaan perangkat AI tersebut dipantau berkala agar efisiensi yang dihasilkan tetap sebanding dengan investasi yang dikeluarkan perusahaan.

Di sisi produk, perseroan juga mengembangkan Sejati.AI sebagai platform AI lokal untuk kebutuhan perusahaan di Indonesia. Platform tersebut dibangun sepenuhnya oleh tim engineer internal Jatis Mobile dan dirancang memahami kebutuhan bisnis serta regulasi domestik.

Manajemen menegaskan Sejati.AI bukan produk lisensi asing maupun adaptasi teknologi global. Platform tersebut dapat diimplementasikan dalam skema on-premise maupun Software as a Service (SaaS) untuk menjaga fleksibilitas keamanan data pelanggan.

Wakil Direktur Utama Jatis Mobile Asrul Abdillah Ali mengatakan perusahaan sedang membuka ruang lebih luas bagi talenta muda Indonesia untuk ikut mengembangkan teknologi AI lokal.

“Kami tidak sekadar mencari karyawan. Kami mencari builder, mereka yang ingin ikut membangun sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. AI yang benar-benar lahir dari Indonesia, untuk Indonesia,” ujar Asrul.

Jatis Mobile sendiri berdiri sejak 2002 dan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2023. Perseroan memiliki lebih dari 100 tenaga ahli, menangani volume pesan lebih dari 1 miliar per tahun, serta melayani lebih dari 500 klien korporasi lintas industri.

Perusahaan juga tercatat sebagai WhatsApp for Business Technical Certified Company, META Business Messaging Strategy Certified Company, serta mengantongi sertifikasi ISO 9001 dan ISO 27001.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait