Market Hari Ini 05 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Jelang Stock Split 1:5, Saham RAJA Rontok 13,2 Persen: BoW?

RAJA sedang menyiapkan stock split 1:5 untuk meningkatkan likuiditas saham. Namun menjelang aksi korporasi tersebut, harga saham justru melemah dan dana asing belum menunjukkan akumulasi yang konsisten.

RAJA bersiap stock split 1:5, tetapi harga saham justru terkoreksi lebih dari 13% sejak awal Juni. Simak pergerakan harga, dana asing, dan rekomendasi buy on we

Selama periode 2-4 Juni, investor asing masih membukukan net sell sekitar Rp8,34 miliar di RAJA. (Foto: dok Rukun Raharja)
Selama periode 2-4 Juni, investor asing masih membukukan net sell sekitar Rp8,34 miliar di RAJA. (Foto: dok Rukun Raharja)

Daftar Isi

  1. 01 MNC Sekuritas: Buy on Weakness

KABARBURSA.COM - Rencana stock split 1:5 yang diumumkan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) membuat harga saham lebih terjangkau. Basis investor ritel pun semakin kuat dan likuiditas perdagangan meningkat. 

Dalam banyak kasus di Bursa Efek Indonesia, pengumuman stock split sering menjadi katalis yang mendorong kenaikan harga saham, karena pasar mengantisipasi peningkatan minat investor setelah pemecahan saham dilakukan.

Berbeda dengan yang terjadi pada RAJA. Sejak awal Juni 2026, saham RAJA bergerak dalam tekanan yang cukup besar. 

Pada 2 Juni, saham ini ditutup di level 3.720. Sehari kemudian, harga anjlok 11,02 persen ke level 3.310, menjadi salah satu koreksi harian terbesar yang dialami saham tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Tekanan belum berhenti pada 4 Juni ketika RAJA kembali turun 2,42 persen ke level 3.230.

Artinya, hanya dalam dua hari perdagangan, RAJA telah kehilangan sekitar 13,2 persen nilainya dari posisi 3.720 menjadi 3.230. 

Dari sisi arus dana asing, pada 2 Juni, investor asing membukukan net sell sebesar Rp15,12 miliar. Tekanan tersebut ikut berkontribusi terhadap pelemahan harga saham.

Namun ketika harga RAJA jatuh lebih dari 11 persen pada 3 Juni, investor asing justru berbalik melakukan akumulasi dengan net buy mencapai Rp8,20 miliar. Sebagian pelaku pasar institusi melihat adanya koreksi tajam yang bisa dipakai sebagai peluang masuk.

Sayangnya akumulasi itu belum berlanjut secara konsisten. Pada 4 Juni, asing kembali mencatatkan net sell sebesar Rp1,42 miliar bersamaan dengan pelemahan harga saham ke level 3.230.

Jika dihitung secara kumulatif selama periode 2-4 Juni, investor asing masih membukukan net sell sekitar Rp8,34 miliar. Dengan kata lain, meskipun sempat ada pembelian saat harga jatuh, secara keseluruhan dana asing masih lebih banyak keluar dibanding masuk dari saham RAJA.

Inilah yang menjelaskan mengapa sentimen stock split belum mampu mengubah arah tren saham secara langsung. Pasar tampaknya masih lebih fokus pada aksi ambil untung dan tekanan jual jangka pendek dibanding potensi manfaat stock split yang baru akan efektif pada pertengahan Juli mendatang.

MNC Sekuritas: Buy on Weakness

Di tengah kondisi tersebut, MNC Sekuritas justru mempertahankan pandangan konstruktif terhadap RAJA melalui strategi buy on weakness

Menurut analisis teknikal mereka, posisi saham saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C) dari wave [A], yang berarti koreksi yang terjadi masih dianggap sebagai bagian dari struktur pergerakan yang lebih besar.

MNC Sekuritas tidak menyarankan investor mengejar harga di level saat ini. Sekuritas ini merekomendasikan akumulasi bertahap pada area yang lebih rendah, yakni di kisaran Rp2.440 hingga Rp2.880 per saham.

Strategi tersebut cukup logis jika melihat karakter pergerakan RAJA saat ini. Saham masih berada dalam fase koreksi sehingga membeli saat harga sedang turun dinilai memberikan rasio risiko dan potensi keuntungan yang lebih menarik dibanding membeli setelah terjadi rebound.

Apabila area akumulasi tersebut berhasil tercapai dan menjadi titik pembalikan arah, MNC Sekuritas memproyeksikan target harga pertama di level Rp3.860 dan target kedua di Rp4.750. Dari area buy on weakness, potensi kenaikan menuju target tertinggi tersebut terbilang cukup besar.

Namun investor juga perlu memperhatikan batas risiko yang telah ditetapkan. MNC Sekuritas menempatkan level stop loss di bawah Rp2.310. Artinya, apabila tekanan jual berlanjut hingga menembus area tersebut, asumsi pemulihan yang menjadi dasar rekomendasi buy on weakness dianggap tidak lagi valid.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait