Market Hari Ini 27 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

JP Morgan Gencar Borong ANTM Harga Bawah, Sinyal Rebound Juni?

Broker JP Morgan mulai agresif menyerap saham ANTM di area bawah 3.000 setelah sebelumnya melakukan distribusi besar sepanjang Mei 2026.

JP Morgan mulai akumulasi saham ANTM saat harga terkoreksi. Simak pola transaksi BK dan pergerakan saham ANTM sepanjang Mei 2026.

Area bid ANTM juga mulai terlihat cukup tebal di rentang 2.900 hingga 2.960. (Foto: ANTM)
Area bid ANTM juga mulai terlihat cukup tebal di rentang 2.900 hingga 2.960. (Foto: ANTM)

Daftar Isi

  1. 01 Bid Tebal di Rentang 2.900-2.960

KABARBURSA.COM – Pergerakan broker JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) di saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencuri perhatian pasar. Di tengah koreksi ANTM yang turun dari area 3.700 menuju 2.900-an, broker asing tersebut justru terlihat agresif masuk dan menyerap saham saat pasar sedang panik.

Data broker summary menunjukkan BK bergerak sangat aktif hampir sepanjang Mei. Menariknya, pola transaksi JP Morgan di ANTM tidak berlangsung satu arah, melainkan bergantian antara distribusi besar dan akumulasi agresif.

Pada awal Mei, BK masih terlihat melakukan distribusi. Tanggal 4 Mei 2026, JP Morgan tercatat net sell sekitar Rp9,3 miliar di harga rata-rata 3.790.

Tekanan jual berlanjut pada 5 Mei dengan net sell Rp1,9 miliar dan makin membesar pada 11 Mei ketika BK melepas sekitar Rp31,7 miliar saham ANTM di average 3.632. Distribusi terbesar bahkan terjadi pada 12 Mei dengan nilai mencapai Rp114,7 miliar di harga rata-rata 3.579.

Namun setelah tekanan besar tersebut, pola transaksi mulai berubah. Pada 6 Mei dan 7 Mei, BK sempat berbalik melakukan akumulasi masing-masing Rp27,6 miliar dan Rp36,4 miliar.

Perubahan arah makin terlihat memasuki paruh kedua Mei. Pada 19 Mei, JP Morgan kembali mencatat net buy besar Rp59,7 miliar di average 2.992.

Akumulasi tersebut berlanjut pada 22 Mei sebesar Rp14,1 miliar dan kembali membesar pada 26 Mei mencapai Rp50 miliar di harga rata-rata 3.030. Pola itu memperlihatkan BK mulai agresif menyerap saham ketika ANTM bergerak di area bawah 3.000.

Pergerakan tersebut terjadi ketika saham ANTM sedang mengalami tekanan cukup tajam. Pada perdagangan 26 Mei 2026, ANTM ditutup di level 2.960 atau turun 3,58 persen.

Saham sempat bergerak dari high 3.150 hingga low 2.960 dengan nilai transaksi mencapai Rp498,8 miliar. Volume perdagangan juga sangat ramai mencapai 1,65 juta lot dengan frekuensi lebih dari 30 ribu kali transaksi.

Meski harga turun, foreign flow justru mulai menunjukkan perubahan arah. Pada perdagangan terakhir, foreign buy tercatat Rp154,5 miliar, lebih tinggi dibanding foreign sell Rp143,4 miliar.

Bid Tebal di Rentang 2.900-2.960

Dari sisi orderbook, area bid mulai terlihat cukup tebal di rentang 2.900 hingga 2.960. Antrean terbesar berada di level 2.950 sebanyak 40.920 lot dan level 2.960 sebanyak 31.861 lot.

Namun tekanan offer juga belum hilang. Area 3.050 hingga 3.070 masih dipenuhi antrean jual besar yang menunjukkan pasar belum sepenuhnya lepas dari tekanan distribusi.

Pasar kini mulai membaca bahwa JP Morgan kemungkinan sedang melakukan reposisi di ANTM setelah tekanan harga cukup dalam sepanjang Mei. Perubahan pola dari distribusi besar ke akumulasi agresif di area bawah sering kali menjadi sinyal awal bahwa broker asing mulai melihat valuasi yang lebih menarik.

Apalagi ANTM termasuk salah satu saham yang sangat sensitif terhadap sentimen harga emas dan nikel global. Ketika harga terkoreksi tajam menuju area psikologis penting, broker besar biasanya mulai masuk bertahap untuk membangun posisi.

Meski begitu, pergerakan ANTM saat ini masih berada dalam fase tarik-menarik. Area 2.900 menjadi support penting yang sedang dijaga pasar.

Sementara area 3.100 hingga 3.150 kini berubah menjadi resistance jangka pendek setelah beberapa kali gagal ditembus. Jika ANTM mampu bertahan di atas area 2.900 dan volume akumulasi asing terus membesar, ruang rebound menuju area 3.200 hingga 3.300 mulai terbuka.

Namun apabila tekanan jual kembali muncul dan area 2.900 gagal dipertahankan, saham ini masih berisiko melanjutkan konsolidasi lebih dalam pada perdagangan awal Juni.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait