Market Hari Ini 16 May 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

JPFA Ditopang Bisnis Ayam hingga Produk Konsumen, Begini Rinciannya

Penjualan lokal masih mendominasi pendapatan JPFA kuartal I 2026 di tengah besarnya kontribusi bisnis pengolahan ayam, produk konsumen, dan pakan ternak.

JPFA mencatat pendapatan Rp17,71 triliun pada kuartal I-2026. Bisnis pengolahan ayam dan produk konsumen masih jadi penopang utama.

Aktivitas bisnis pengolahan ayam dan produk konsumen masih menjadi motor utama operasional JPFA pada awal 2026. (Foto: Dok. Japfa Comfeed Indonesia)
Aktivitas bisnis pengolahan ayam dan produk konsumen masih menjadi motor utama operasional JPFA pada awal 2026. (Foto: Dok. Japfa Comfeed Indonesia)

KABARBURSA.COM – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp17,71 triliun hingga kuartal I 2026. 

Nilai tersebut berasal dari penjualan lokal, ekspor, hingga transaksi dengan pihak berelasi yang tersebar di berbagai lini bisnis grup.

Berdasarkan laporan keuangan interim audit per 31 Maret 2026, penjualan lokal masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp16,89 triliun. 

Sementara penjualan ekspor tercatat sebesar Rp364,84 miliar dan transaksi pihak berelasi mencapai Rp452,55 miliar.

Di tengah besarnya kontribusi penjualan domestik tersebut, bisnis pengolahan ayam dan produk konsumen masih menjadi salah satu mesin utama grup. Hal ini terlihat dari besarnya aset PT Ciomas Adisatwa yang bergerak di bidang peternakan ayam, rumah potong ayam, dan perdagangan dengan total aset mencapai Rp11,82 triliun.

Selain itu, lini produk konsumen melalui PT Japfa Food Indonesia juga tercatat memiliki aset sebesar Rp4,44 triliun. 

Unit usaha ini bergerak pada segmen produk konsumen yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu area ekspansi JPFA di luar bisnis pakan ternak tradisional.

Segmen pakan ternak dan agribisnis juga masih menjadi fondasi utama perusahaan. JPFA tercatat memiliki sejumlah entitas yang bergerak pada produksi pakan ternak, pakan ikan dan udang, hingga usaha perunggasan, termasuk PT Indojaya Agrinusa dengan aset Rp4,04 triliun serta PT Suri Tani Pemuka dengan aset Rp3,9 triliun.

Manajemen JPFA dalam laporan keuangan interim menyebut grup menjalankan bisnis pada sektor consumer non-cyclicals dengan fokus utama pada industri produk agrikultur, ikan, daging, dan unggas.

Ekspansi bisnis kesehatan hewan juga masih terlihat dalam struktur usaha perusahaan. PT Vaksindo Satwa Nusantara yang bergerak di bidang produksi vaksin memiliki aset Rp1,59 triliun, sedangkan Vaksindo Vietnam Co., Ltd dan Vaksindo Animal Health Pvt Ltd menjadi bagian dari pengembangan bisnis kesehatan hewan regional JPFA.

Di sisi neraca, total aset JPFA hingga akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp39,33 triliun. Nilai tersebut terdiri atas aset lancar Rp20,01 triliun dan aset tidak lancar Rp19,32 triliun.

Persediaan perusahaan tercatat sebesar Rp10,26 triliun, sedangkan aset tetap mencapai Rp15,98 triliun. Posisi tersebut mencerminkan besarnya kebutuhan operasional dan distribusi grup yang tersebar pada bisnis pakan, peternakan, pengolahan makanan, hingga distribusi logistik.

Sementara dari sisi likuiditas, kas dan setara kas JPFA berada di level Rp1,84 triliun per kuartal I 2026. Adapun piutang usaha pihak ketiga tercatat sebesar Rp3,35 triliun.

JPFA juga masih menjaga ekspansi melalui sejumlah lini baru, termasuk distribusi logistik, produk makanan olahan, hingga budidaya perikanan dan udang. 

Struktur anak usaha yang tersebar di berbagai sektor menunjukkan strategi diversifikasi grup untuk menjaga keseimbangan bisnis di tengah fluktuasi industri perunggasan domestik.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait