Market Hari Ini 28 Apr 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Jualan Roda Dua DRMA Laris Manis, ini Target Analis

Pendapatan dan laba DRMA naik di kuartal I 2026, segmen roda empat melonjak sementara target pertumbuhan dan ekspansi mulai disiapkan.

Kinerja DRMA Q1 2026 tumbuh, target harga analis Rp1.250–Rp1.342 didukung ekspansi EV dan capex Rp400 miliar.

Segmen roda dua menjadi andalan pendapatan DRMA, sementara roda empat naik signifikan. (Foto: dok Dharma Polimetal)
Segmen roda dua menjadi andalan pendapatan DRMA, sementara roda empat naik signifikan. (Foto: dok Dharma Polimetal)

Daftar Isi

  1. 01 Ketergantungan Pada Segmen Roda Dua
  2. 02 Target Pertumbuhan
  3. 03 Konsensus Analis

KABARBURSA.COM – Kinerja PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) di awal 2026 bertumbuh meski tekanan di sektor otomotif sedang tinggi. Pertumbuhan ini didukung oleh sektor penjualan roda dua yang masih laris manis. Analispun memberikan target terbaiknya.

Dalam laporan keuangan diketahui, DRMA mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun atau naik 6 persen secara tahunan. Laba bersih ikut naik 1,5 persen menjadi mencapai Rp144,9 miliar dari Rp142,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso, menyampaikan capaian ini terjadi di tengah tekanan eksternal yang mempengaruhi industri. 

“Kenaikan pendapatan ini merupakan pencapaian yang pantas disyukuri di tengah isu geopolitik yang memberikan dampak negatif pada pasar manufaktur otomotif di Tanah Air,” kata Irianto dalam keterangan resmi, Selasa, 28 April 2026.

Ketergantungan Pada Segmen Roda Dua

Sejauh ini, struktur pendapatan DRMA memang masih tergantung pada segmen roda dua. Penjualan dari segmen ini mencapai Rp932,3 miliar atau sekitar 60 persen dari total pendapatan.

Di sisi lain, segmen roda empat mencatat pertumbuhan lebih tinggi secara tahunan. Nilainya mencapai Rp391,5 miliar atau sekitar 25 persen dari total, dengan kenaikan hingga 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perbedaan laju pertumbuhan antara dua segmen tersebut mencerminkan pergeseran dinamika di dalam portofolio bisnis. Segmen roda dua tetap menjadi basis utama, sementara roda empat mulai menunjukkan peningkatan kontribusi dalam struktur pendapatan.

Target Pertumbuhan

Memasuki sisa tahun 2026, perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10 persen. Target ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi eksternal, termasuk dinamika geopolitik yang masih memengaruhi sektor manufaktur otomotif.

Strategi operasional yang disiapkan berfokus pada efisiensi biaya dan penguatan basis pelanggan. Perusahaan juga menyiapkan langkah untuk menjaga keberlanjutan kinerja melalui optimalisasi operasional di tengah tekanan biaya.

Konsensus Analis

Dari sisi pasar, konsensus analis menempatkan saham DRMA dalam kategori beli. Target harga berada di kisaran Rp1.250 hingga Rp1.342 per saham, mencerminkan ekspektasi terhadap kinerja perusahaan sepanjang tahun.

Selain itu, proyeksi kinerja juga mencerminkan fokus pada pengembangan bisnis baru. Penguatan pada komponen kendaraan listrik (EV) serta ekspansi pasar ekspor menjadi bagian dari arah pertumbuhan yang disiapkan untuk mendukung target pendapatan.

Perusahaan juga mengalokasikan belanja modal sekitar Rp400 miliar pada 2026. Penggunaan dana ini diarahkan untuk mendukung ekspansi kapasitas serta pengembangan lini bisnis, termasuk yang berkaitan dengan kendaraan listrik.

Kinerja pada semester II-2025 yang sebelumnya tercatat lebih kuat menjadi salah satu dasar dalam penyusunan proyeksi tahun ini. Data tersebut digunakan sebagai acuan dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan yang telah terbentuk.

Dengan kombinasi pertumbuhan pendapatan, pergeseran kontribusi segmen, serta rencana ekspansi yang telah disusun, pergerakan DRMA sepanjang 2026 akan berjalan seiring dengan realisasi strategi operasional dan dinamika industri otomotif yang berlangsung.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait