Market Hari Ini 29 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Kabar Gembira Pencaker, Ada 3,7 Juta Peluang Loker di 2025

Kabar Gembira Pencaker, Ada 3,7 Juta Peluang Loker di 2025
Kabar Gembira Pencaker, Ada 3,7 Juta Peluang Loker di 2025

KABARBURSA.COM - Ekonomi digital Indonesia diprediksi akan membuka 3,7 juta peluang pekerjaan tambahan pada tahun 2025. Proyeksi ini didorong oleh kemajuan berbagai sektor industri, terutama e-commerce, transportasi, makanan, perjalanan online, dan media online.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo), Nezar Patria, menyatakan bahwa kehadiran ekonomi digital berpotensi menciptakan 3,7 juta lapangan kerja tambahan pada tahun 2025, menurut laporan dari Infopublik.id.

Menurut Nezar, penciptaan lapangan kerja baru ini sangat penting untuk mencapai target Visi Indonesia Emas 2045. "Ekonomi digital memberikan kemudahan dan peluang bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang rentan, untuk mengakses manfaat ekonomi, inklusi keuangan, pendidikan, dan kesehatan melalui platform digital," jelasnya dikutip Jumat 29 Maret 2024.

"Salah satu manfaatnya terlihat dari dampak ekonomi digital terhadap pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ini termasuk pembukaan akses pasar, dorongan inovasi, peningkatan kualitas, dan efisiensi operasional bisnis UMKM," beber Nezar.

Namun, Nezar juga menyoroti beberapa isu dalam ekosistem ekonomi digital yang perlu diatasi untuk membuka peluang ini. Isu-isu tersebut termasuk pengembangan sumber daya manusia (human capital development), persaingan usaha, dan perlindungan data pribadi.

"Isu pengembangan sumber daya manusia meliputi kekurangan tenaga kerja yang terampil secara digital, penggantian pekerjaan, inklusi digital bagi kelompok rentan, dan bias algoritma terhadap kelompok rentan," jelasnya.

Sementara itu, isu persaingan usaha mencakup kesenjangan dalam pemodal, ketimpangan akses data, ketergantungan pada teknologi tertentu, dan dominasi perusahaan teknologi asing.

Nezar juga menyoroti isu perlindungan data pribadi, seperti kebocoran data, penggunaan algoritma, pengumpulan data besar-besaran, dan arus data lintas batas. "Keberadaan Pola Gelap (dark pattern), yang merupakan antarmuka pengguna yang dirancang dengan sengaja untuk menyesatkan pengguna demi keuntungan kelompok tertentu," pungkasnya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait