Market Hari Ini 06 Apr 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

KAEF Masih Rugi, BUMN Farmasi Terus Berdarah di 2025

Penjualan turun dan beban keuangan tetap tinggi, laporan audited buka kondisi terbaru Kimia Farma.

Kimia Farma (KAEF) masih rugi Rp443 miliar di 2025, penjualan turun dan beban keuangan tinggi, sorotan kinerja BUMN farmasi.

Emiten farmasi pelat merah PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) masih membukukan kerugian sepanjang tahun buku 2025. (Foto: Dok. Kimia Farma)
Emiten farmasi pelat merah PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) masih membukukan kerugian sepanjang tahun buku 2025. (Foto: Dok. Kimia Farma)

KABARBURSA.COM – Emiten farmasi pelat merah PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) masih membukukan kerugian sepanjang tahun buku 2025, di tengah penurunan penjualan dan tekanan beban keuangan yang belum mereda. 

Laporan keuangan konsolidasian audited yang disampaikan menunjukkan rugi bersih tahun 2025 sebesar Rp443,36 miliar, meski lebih rendah dibandingkan rugi Rp1,21 triliun pada 2024.

Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam, dalam surat resmi penyampaian laporan keuangan menyatakan perusahaan telah menyampaikan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 kepada regulator. 

“Bersama ini kami menyampaikan Laporan Keuangan Konsolidasian (audited) Tahun Buku 2025 PT Kimia Farma (Persero) Tbk yang berakhir pada 31 Desember 2025,” tulis Djagad dalam surat, dikutip Senin, 6 April 2026.

Sepanjang 2025, KAEF mencatat penjualan sebesar Rp9,22 triliun, turun dari Rp9,94 triliun pada tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah upaya efisiensi yang terlihat dari beban pokok penjualan yang turun menjadi Rp6,16 triliun dari Rp6,99 triliun, sehingga laba bruto meningkat menjadi Rp3,06 triliun dari Rp2,95 triliun.

Namun, tekanan masih berlanjut di level operasional. Beban usaha tercatat Rp3,31 triliun, meskipun lebih rendah dari Rp3,79 triliun pada 2024, sementara pendapatan lain-lain meningkat menjadi Rp170,73 miliar dari Rp35,77 miliar, yang turut menahan pelebaran rugi usaha.

Dengan komposisi tersebut, rugi usaha menyempit signifikan menjadi Rp79,76 miliar dibandingkan rugi usaha Rp810,72 miliar pada tahun sebelumnya. Perbaikan ini terjadi bersamaan dengan penurunan sejumlah beban, namun belum cukup untuk membawa perusahaan kembali mencatatkan laba.

Di bawahnya, beban keuangan tetap menjadi faktor dominan yang menekan kinerja. KAEF mencatat beban keuangan sebesar Rp590,13 miliar, jauh di atas penghasilan keuangan sebesar Rp231,80 miliar, yang akhirnya mendorong rugi sebelum pajak sebesar Rp438,09 miliar.

Dari sisi neraca, total aset KAEF per akhir 2025 tercatat Rp14,18 triliun, turun dari Rp14,93 triliun pada 2024. Penurunan ini terlihat pada beberapa pos utama seperti kas dan setara kas yang turun menjadi Rp377,09 miliar serta aset tetap yang turun menjadi Rp8,40 triliun dari Rp9,23 triliun.

Di sisi lain, total liabilitas tercatat Rp11,45 triliun, sementara ekuitas berada di Rp2,74 triliun, turun dari Rp3,43 triliun pada tahun sebelumnya. Struktur ini menunjukkan porsi kewajiban yang masih mendominasi dibandingkan modal sendiri.

Perubahan juga terlihat pada struktur utang. Utang bank jangka pendek turun menjadi Rp1,10 triliun dari Rp3,07 triliun, namun utang jangka panjang meningkat, baik yang jatuh tempo dalam satu tahun maupun setelahnya, masing-masing menjadi Rp2,01 triliun dan Rp3,36 triliun.

Dari sisi arus kas, aktivitas operasi menghasilkan arus kas positif sebesar Rp234,36 miliar, meningkat dari Rp153,55 miliar pada 2024. Sementara itu, arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan masing-masing tercatat negatif Rp136,03 miliar dan Rp159,55 miliar, yang membuat posisi kas bersih turun Rp61,22 miliar sepanjang tahun.

Kinerja 2025 ini menunjukkan bahwa KAEF masih berada dalam fase perbaikan setelah tekanan kinerja yang dalam pada tahun sebelumnya. 

Penurunan kerugian dan perbaikan arus kas operasi terjadi bersamaan dengan penurunan penjualan serta beban keuangan yang masih tinggi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait