Market Hari Ini 05 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Kebijakan Moneter The Fed Picu Kenaikan Harga Emas

Kebijakan Moneter The Fed Picu Kenaikan Harga Emas
Kebijakan Moneter The Fed Picu Kenaikan Harga Emas

KABARBURSA.COM- Dalam tengah koreksi harga, emas menunjukkan potensi keberlanjutan yang menarik, dan salah satu katalisatornya adalah kebijakan moneter yang diterapkan oleh the Fed.

Analis Deu Calion Futures (DCFX), Andrew Fischer, menyatakan bahwa harga emas berhasil bertahan di level support, menunjukkan indikasi potensial untuk melanjutkan tren penguatan. Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) juga menjadi faktor positif dengan adanya kecenderungan penurunan USD ke depan.

Andrew menyoroti salah satu pendorong potensial kenaikan harga emas, yaitu kebijakan moneter The Fed. Dia menilai bahwa langkah-langkah Fed yang terlalu cepat dalam menurunkan suku bunga bisa dianggap sebagai kesalahan, terutama jika ekonomi menunjukkan kekuatan yang tidak memerlukan penurunan suku bunga.

"Seharusnya cenderung untuk mempertahankan suku bunga dan fokus pada perbaikan ekonomi AS," tulisnya dalam riset yang dirilis pada Senin (5/2/2024).

Andrew juga mencatat bahwa potensi penguatan USD tidak dianggap terlalu berdampak signifikan terhadap emas, dan ada kecenderungan ketidakyakinan terhadap kebijakan moneter The Fed.

Dalam situasi ini, investor cenderung memilih emas sebagai tempat perlindungan nilai, terutama mengingat belum adanya tanda-tanda perbaikan yang signifikan dalam kondisi perekonomian.

Meskipun harga emas kembali turun pagi ini, upaya koreksi naik dapat dihadapi dengan kecenderungan penjualan lebih lanjut oleh pelaku pasar. Hal ini terutama dipicu oleh data pekerjaan yang masih kuat di AS, yang berpotensi meningkatkan inflasi.

Pada Senin (5/2/2024) pukul 12.00 WIB, harga emas spot turun 0,33 persen menjadi US$ 2.031,94 per ons. Prediksi harga emas mendatang menunjukkan adanya support di level US$ 2.028,20 dan resistance di level US$ 2.083,20.

Sementara itu, indeks dolar AS berjangka, yang memantau performa greenback, mengalami kenaikan sebesar 0,93 persen, diperdagangkan di 103,825. Meski demikian, dampak penguatan USD terhadap harga emas diprediksi tidak akan terlalu signifikan karena investor masih lebih memilih emas sebagai safe haven, demikian kata Fischer.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait