Market Hari Ini 13 May 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Kejar Cum Dividen Dua Emiten Blue Chip Hari ini, Cek Sekarang!

Kedua emiten tersebut menawarkan dividen yield yang berbeda, saat waktu jatuh tempo yang bersamaan.

ISAT dan BRIS cum dividen hari ini. Pasar mulai menghitung yield dan memburu saham dividend play menjelang pekan depan.

Keduanya menawarkan kombinasi dividen tunai dan kinerja keuangan yang sama-sama tumbuh sepanjang 2025. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)
Keduanya menawarkan kombinasi dividen tunai dan kinerja keuangan yang sama-sama tumbuh sepanjang 2025. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

Daftar Isi

  1. 01 Gelombang Dividend Play Mulai Bergeser ke Pekan Depan

KABARBURSA.COM – Dua saham blue chip yakni PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) memasuki periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada Rabu, 13 Mei 2026. Keduanya menawarkan kombinasi dividen tunai dan kinerja keuangan yang sama-sama tumbuh sepanjang 2025.

ISAT membagikan dividen tunai sebesar Rp3,57 triliun atau setara Rp111 per saham untuk tahun buku 2025. Dengan harga terakhir di level Rp2.260 per Selasa, 12 Mei 2026, saham telekomunikasi tersebut menawarkan dividend yield sekitar 4,93 persen.

Keputusan pembagian dividen itu disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa, 5 Mei 2026 pekan lalu. Manajemen menyatakan pembayaran dividen dilakukan paling lambat 30 hari setelah pengumuman risalah rapat.

“Yang akan dibayarkan paling lambat pada 30 hari setelah diumumkannya ringkasan risalah rapat,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagaimana dikutip.

Setelah pembagian dividen dilakukan, sisa laba bersih sebesar Rp1,92 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan.

Adapun sepanjang 2025, ISAT membukukan laba tahun berjalan Rp5,51 triliun, naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp4,92 triliun.

Pendapatan usaha ISAT juga meningkat menjadi Rp58,52 triliun dibanding Rp55,86 triliun pada 2024. Namun, beban operasional jaringan naik menjadi Rp18,74 triliun dari sebelumnya Rp18,14 triliun, sementara beban penyusutan dan amortisasi meningkat menjadi Rp15,83 triliun.

Dari sisi neraca, total aset ISAT per akhir 2025 naik menjadi Rp118,62 triliun dibanding Rp114,38 triliun pada akhir 2024. Kas dan setara kas tercatat Rp5,07 triliun, sementara total ekuitas meningkat menjadi Rp39,50 triliun.

Di sisi lain, BRIS membagikan dividen tunai sebesar Rp32,81 per saham atau setara total Rp1,51 triliun. Dengan harga terakhir Rp1.860, saham bank syariah terbesar di Indonesia itu menawarkan yield sekitar 1,76 persen.

Besaran dividen BRIS melonjak 44 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp22,78 per saham. Pembagian dividen tersebut setara 20 persen dari laba bersih tahun buku 2025.

Sepanjang 2025, BRIS membukukan laba bersih Rp7,57 triliun. Sebanyak Rp6,05 triliun atau sekitar 80 persen dari laba bersih ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung ekspansi bisnis.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan pertumbuhan laba ditopang ekspansi pembiayaan yang sehat, peningkatan dana murah, dan akselerasi layanan digital.

“Fundamental yang kuat juga mendorong kepercayaan masyarakat terhadap BSI. Terbukti dari meningkatnya jumlah nasabah yang pada tahun 2025 mencapai lebih dari 2 juta orang sehingga total nasabah mencapai 23 juta pada akhir tahun,” ujar Anggoro dalam keterangannya seperti dikutip.

Ia menegaskan kebijakan dividen dilakukan secara seimbang antara pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan penguatan modal perusahaan.

“Kami adalah bank syariah yang terus tumbuh terlebih setelah memiliki dual licence sebagai bank syariah dan juga bullion bank,” kata Anggoro.

Gelombang Dividend Play Mulai Bergeser ke Pekan Depan

Setelah BRIS dan ISAT memasuki cum dividen pekan ini, pasar mulai mengalihkan perhatian ke sejumlah saham lain yang akan memasuki periode cum dividen mulai pekan depan.

PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) menjadi salah satu yang paling menarik perhatian dengan dividen Rp110 per saham dan harga terakhir Rp1.235. Yield dividen saham ini mencapai sekitar 8,91 persen dengan jadwal cum dividen pada 18 Mei 2026.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) juga menawarkan yield tinggi. Emiten perbankan daerah tersebut membagikan dividen Rp56,62 per saham dengan harga terakhir Rp590 atau setara yield sekitar 9,6 persen.

Sementara itu, PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) membagikan dividen Rp49,53 per saham dengan harga terakhir Rp765. Yield saham ini berada di kisaran 6,47 persen.

Dari sektor energi, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) membagikan dividen Rp45 per saham dengan harga Rp5.625, sedangkan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) membagikan dividen Rp20,69 per saham dengan harga Rp1.390.

Beberapa saham lain yang juga memasuki radar dividend play yakni PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), PT Bayu Buana Tbk (BAYU), PT Lautan Luas Tbk (LTLS), PT PP Presisi Tbk (PSSI), hingga PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP).(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait