Market Hari Ini 08 Oct 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Kekhawatiran Ekonomi Meningkat, Wall Street Ditutup Lesu

Investor kini tengah mencari indikator sekunder dan pernyataan dari pejabat Federal Reserve (The Fed) untuk petunjuk mengenai kelemahan ekonomi dan kebijakan moneter.

Investor kini tengah mencari indikator sekunder dan pernyataan dari pejabat Federal Reserve (The Fed) untuk petunjuk mengenai kelemahan ekonomi.

Ilustrasi: Suasana dalam New York Stock Exchange atau Wall Street. (Foto: Wikimedia Commons)
Ilustrasi: Suasana dalam New York Stock Exchange atau Wall Street. (Foto: Wikimedia Commons)

KABARBURSA.COM - Saham di Amerika Serikat  (AS) ditutup lebih rendah pada hari Selasa, 7 Oktober 2025. Kondisi ini disebabkan karena investor telah kehilangan data ekonomi usai pemerintah AS ditutup.

Akibatnya, investor kini tengah mencari indikator sekunder dan pernyataan dari pejabat Federal Reserve (The Fed) untuk petunjuk mengenai kelemahan ekonomi dan kebijakan moneter.

Ketiga indeks ditutup koreksi setelah survei ekspektasi konsumen dari Federal Reserve New York menunjukkan memburuknya ekspektasi masa depan dan meningkatnya proyeksi inflasi.

Laporan tersebut semakin disorot di tengah penghentian data federal akibat kebuntuan kongres, yang memperpanjang penutupan pemerintah hingga hari ketujuh.
 

Mengutip Reuters, rata-rata Industri Dow Jones (.DJI), terkoreksi 91,99 poin, atau 0,20 persen menjadi 46.602,98 S&P 500 (.SPX) juga turun 25,69 poin atau 0,38 persen ke level 6.714,59.

Sementara itu Nasdaq Composite (.IXIC),  kehilangan 153,30 poin atau turun 0,67 persen sehingga bertengger di levek 22.788,36.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, konsumen diskresioner (.SPLRCD) mengalami penurunan paling tajam. Tesla (TSLA.O) memperpanjang kerugiannya, turun 4,5 persen setelah produsen mobil listrik itu meluncurkan Model Y berbiaya rendah .

AMD (AMD.O) naik 3,8 persen setelah Jefferies menaikkan peringkat saham menjadi "beli" dan perusahaan pialang lain menaikkan target harga mereka sehari setelah kesepakatan pasokan pembuat chip dengan OpenAI.

Investor harus mengandalkan data sekunder yang diproduksi secara independen, bersama dengan pernyataan dari para pembuat kebijakan moneter untuk mengukur kemungkinan bahwa The Fed akan memotong suku bunga kedua tahun ini.

Sam Stovall, kepala strategi investasi CFRA Research di New York mengatakan laporan The Fed New York kemungkinan memberi para pedagang alasan untuk mengambil untung karena S&P telah naik selama tujuh hari berturut-turut.

"Ada banyak sekali ketidakpastian jika pemerintah tetap tutup karena tidak adanya data ekonomi," ungkapnya.

Sektor yang sensitif terhadap ekonomi, termasuk pembangunan rumah (.SPCOMHOME),  perumahan (.HGX), maskapai penerbangan (.SPCOMAIR), dan transportasi (.DJT), terpantau bergerak negatif.

"Pasar masih sangat berpusat pada AI yang menggerakkan segalanya, dan saya pikir sebagian perkembangannya sudah mulai memudar," kata Paul Nolte, penasihat kekayaan senior dan ahli strategi pasar di Murphy & Sylvest di Elmhurst, Illinois.
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait