Market Hari Ini 09 Apr 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Keluarga Samsung Jual Saham Rp36 Triliun, Ada Apa?

Keluarga Samsung melepas saham senilai Rp36 triliun dan memicu perhatian pasar global.

Keluarga Samsung jual saham Rp36 triliun untuk bayar pajak warisan, jadi salah satu divestasi terbesar di pasar Korea Selatan.

Ilustrasi penjualan saham Samsung di Korea Selatan. Foto: Phone Arena
Ilustrasi penjualan saham Samsung di Korea Selatan. Foto: Phone Arena

KABARBURSA.COM – Salah satu anggota keluarga konglomerat Korea Selatan, Samsung Group, melepas saham PT Samsung Electronics Co. senilai sekitar 3,1 triliun won (Rp36 triliun). 

Melansir Bloomberg pada 8 April 2026, upaya melepas saham itu menarik perhatian pasar. Penjualan ini menjadi salah satu aksi divestasi terbesar di pasar saham Korea Selatan dalam beberapa waktu terakhir.

Transaksi tersebut dilakukan melalui skema block trade oleh pihak yang disebut sebagai anggota keluarga Samsung, berdasarkan sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut. Nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar USD2,1 miliar.

Langkah ini terjadi di tengah kebutuhan likuiditas yang meningkat, terutama terkait kewajiban pembayaran pajak warisan yang harus ditanggung keluarga pendiri Samsung. 

Sekadar informasi, beban pajak warisan di Korea Selatan termasuk yang tertinggi di dunia, sehingga sering memicu aksi penjualan aset dalam jumlah besar oleh keluarga konglomerat.

Penjualan saham dalam skala besar ini berpotensi memengaruhi struktur kepemilikan serta dinamika pergerakan saham Samsung Electronics di pasar

Selain itu, transaksi ini juga mencerminkan bagaimana faktor non-operasional, seperti kewajiban pajak, dapat berdampak langsung terhadap aksi korporasi di perusahaan besar.

Bloomberg menyebut, aksi ini merupakan bagian dari upaya keluarga Samsung dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjang, sekaligus menjaga stabilitas struktur kepemilikan perusahaan di tengah tekanan kebutuhan likuiditas.

Peristiwa ini kembali menyoroti hubungan erat antara kebijakan fiskal dan strategi kepemilikan di perusahaan besar, terutama di negara dengan sistem pajak warisan yang agresif seperti Korea Selatan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait