Market Hari Ini 21 May 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

Kemendag Teken Kerja Sama UKM Ekspor Industri kreatif

Kemendag Teken Kerja Sama UKM Ekspor Industri kreatif
Kemendag Teken Kerja Sama UKM Ekspor Industri kreatif

Daftar Isi

  1. 01 Ekonomi Asia Pasifik
  2. 02 Sistem Perdagangan Multiteral

KABARBURSA.COM - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) telah menandatangani dua kesepakatan kerja sama (MoU) untuk mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor dan pelaku industri kreatif sektor animasi, komik, dan gim (ACG) serta licensing-merchandising agar dapat memasuki pasar internasional.

Direktur Jenderal PEN, Didi Sumedi, menyatakan bahwa sinergi antara perwakilan pemerintah dengan mitra ini bertujuan membuka peluang pengembangan ekspor bagi pelaku UKM di berbagai sektor, termasuk sektor industri kreatif seperti ACG dan licensing-merchandising dari seluruh wilayah Indonesia.

"Saya meyakini bahwa mitra kami, yaitu PT Astra International Tbk. dan asosiasi animasi, komik, dan gim (ACG) serta licensing-merchandising menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam mendorong peningkatan kapasitas UKM Indonesia untuk menjadi bagian, tidak hanya di lokal, namun juga di pasar global," ujar Didi dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Implementasi MoU ini akan mencakup berbagai kegiatan, termasuk penyebarluasan informasi ekspor kepada UKM yang menjadi binaan maupun anggota dari masing-masing mitra, penguatan basis data, peningkatan daya saing produk, peningkatan akses pasar, penyediaan infrastruktur bisnis, pemanfaatan perwakilan perdagangan di luar negeri, dan fasilitasi promosi.

Ditjen PEN Kemendag dan mitra akan menyinergikan dan memanfaatkan sumber daya untuk membina pelaku UKM berorientasi ekspor.

"Langkah ini bertujuan memperkuat sektor UKM, mendorong peningkatan ekonomi nasional, serta menciptakan lingkungan usaha yang inklusif dan berkelanjutan bagi pelaku UKM di dalam negeri, terutama melalui peningkatan kapabilitas dan promosi untuk memasuki pasar ekspor," kata Didi.

Sektor ACG serta licensing-merchandising, yang diwakili oleh lima asosiasi, merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar untuk menjadi sumber devisa negara ke depannya.

Subsektor ini berpotensi besar dalam menggerakkan ekonomi nasional dan meningkatkan ekspor Indonesia, baik dari produk maupun jasa yang dihasilkan.

Tujuannya adalah untuk menciptakan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) lokal yang mengglobal, sehingga menjadikan Indonesia salah satu negara penggerak sektor ACG di dunia.

IP merupakan aset penting dalam pengembangan sektor ACG untuk ekspor dan dapat menghasilkan pendapatan berkelanjutan, sekaligus memberikan efek berganda (multiplier effect) kepada sektor lainnya.

Ekonomi Asia Pasifik

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mendorong kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) untuk mengambil langkah konkret dalam meningkatkan infrastruktur guna mengadopsi teknologi digital di industri rantai pasok.

Zulkifli menekankan pentingnya peran digitalisasi dalam rantai pasok. Menurutnya, digitalisasi adalah kunci untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan ketepatan waktu.

“Digitalisasi merupakan faktor krusial dalam rantai pasok dan konektivitas kawasan. APEC perlu mengambil langkah nyata untuk memfasilitasi Ekonomi APEC dalam peningkatan infrastruktur pengadopsian teknologi digital di industri rantai pasok,” ujar Zulkifli dalam keterangan di Jakarta, Senin 20 Mei 2024.

Dalam intervensi Sesi Pembahasan Fasilitasi Perdagangan dan Inklusifitas pada Pertemuan ke-30 Menteri Perdagangan (Minister Responsible for Trade/MRT) APEC di Arequipa, Peru, Zulkifli memaparkan perkembangan konektivitas rantai pasok perdagangan Indonesia yang telah terdigitalisasi.

Zulkifli menyatakan bahwa platform Indonesia National Single Window (INSW) dan National Logistics Ecosystems (NLE) merupakan bentuk upaya mengintegrasikan rantai pasok Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga terus memaksimalkan implementasi Trade Facilitation Agreement Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), di antaranya dengan pemanfaatan platform digital dan optimalisasi Komite Nasional Fasilitasi Perdagangan.

“Inklusifitas di pasar global dan rantai nilai, khususnya bagi perempuan serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah menjadi bagian integral dalam struktur Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN),” tambahnya.

Sistem Perdagangan Multiteral

Lebih lanjut, dalam sistem perdagangan multilateral, Indonesia aktif berpartisipasi dalam perundingan Work Programme on E-Commerce WTO serta perundingan plurilateral Joint Statement Initiatives on Electronic Commerce. Perundingan ini bertujuan untuk menyusun kerangka aturan perdagangan digital serta memfasilitasi partisipasi UMKM dan perempuan dalam perdagangan digital global.

Untuk meningkatkan fasilitasi perdagangan di ASEAN, Zulkifli menyampaikan bahwa saat ini sedang diintensifkan finalisasi perundingan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) dan peningkatan komitmen ASEAN Plus One Free Trade Agreement. Elemen penting dalam peningkatan komitmen ini termasuk dukungan terhadap UMKM, lingkungan, perdagangan berkelanjutan, dan digitalisasi.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait