Market Hari Ini 22 Mar 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

Kemenkeu Serap Rp2,47 Triliun dari Lelang Pembelian SUN

Kemenkeu Serap Rp2,47 Triliun dari Lelang Pembelian SUN
Kemenkeu Serap Rp2,47 Triliun dari Lelang Pembelian SUN

KABARBURSA.COM - Pemerintah berhasil menyerap dana sebesar Rp2,47 triliun melalui lelang pembelian kembali Surat Utang Negara (SUN) dengan metode penukaran (debt switch) menggunakan mekanisme many to many dan platform perdagangan MOFiDS (Ministry of Finance Dealing System).

Menurut Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penawaran yang diajukan oleh peserta lelang mencapai Rp4,43 triliun.

Ada 13 seri obligasi negara yang ditawarkan oleh pelaku pasar dari total 14 seri obligasi negara yang diajukan pemerintah. Seperti dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 22 Maret 2024.

Secara spesifik, seri obligasi FR0077 diajukan dengan penawaran sebesar Rp579 miliar dan berhasil dimenangkan senilai Rp434 miliar.

Obligasi ini ditukarkan dengan lima seri penukar yang diterbitkan pemerintah, termasuk FR0097 senilai Rp30 miliar, FR0098 senilai Rp289 miliar, FR0100 senilai Rp70 miliar, FR0101 senilai Rp40 miliar, dan FR0102 senilai Rp5 miliar.

Kemudian, seri FR0044 diajukan sebesar Rp147 miliar dan ditukarkan dengan seri FR0097 senilai Rp2 miliar.

Pelaku pasar juga menawarkan seri FR0081 dengan nominal Rp454 miliar dan berhasil dimenangkan dengan jumlah yang sama, yang ditukarkan dengan beberapa seri lainnya.

Ada juga seri FR0040 yang diajukan sebesar Rp326 miliar dan berhasil dimenangkan sebesar Rp6 miliar untuk ditukarkan dengan dua seri lainnya.

Dari seri FR0056, pelaku pasar menawarkan Rp447 miliar dan dimenangkan Rp330 miliar untuk ditukarkan dengan beberapa seri lainnya.

Pemerintah juga memutuskan untuk tidak memenangkan beberapa seri lainnya yang ditawarkan oleh pelaku pasar.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait