KABARBURSA.COM - Kementerian Perindustrian terus memacu unit pendidikan vokasi bawahannya untuk menjalin kemitraan dengan sektor industri, bertujuan untuk memenuhi keperluan sektor tersebut dalam mengokohkan produktivitasnya.
Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta pada hari Rabu April 2024, kemitraan "link and match" yang telah dibangun memasok sumber daya manusia (SDM) terampil dan menghasilkan inovasi teknologi yang dibutuhkan oleh sektor industri.
Menperin yakin bahwa beragam program dan kegiatan yang dilakukan oleh unit pendidikan vokasi di bawah Kementerian Perindustrian juga akan meningkatkan ekonomi baik daerah maupun nasional melalui kontribusi sektor industri. Pasalnya, aktivitas industri telah terbukti memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian, termasuk peningkatan devisa dari investasi dan ekspor, serta peningkatan jumlah tenaga kerja.
Sebagai contoh, untuk mendukung perekonomian di Sulawesi Selatan, kami secara aktif menciptakan tenaga kerja terampil di industri melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi industri di Politeknik ATI Makassar, AK-Manufaktur Bantaeng, SMK-SMAK Makassar, dan SMK-SMTI Makassar, jelas Agus.
Salah satu contoh implementasi praktik terbaik adalah produksi mesin atau peralatan yang relevan dengan industri yang dipelajari di unit pendidikan terkait. Sebagai contoh, Politeknik ATI Makassar melalui Teaching Factory-nya memproduksi mesin perajang pisang yang kemudian disumbangkan kepada industri kecil dan menengah (IKM) yang memproduksi keripik pisang di Sulawesi Selatan.
Politeknik ATI Makassar, sebagai salah satu unit pendidikan vokasi di bawah Kementerian Perindustrian, tidak hanya menghasilkan tenaga kerja yang terampil, tetapi juga menciptakan karya dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini adalah pencapaian yang membanggakan, ungkap Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Masrokhan.