KABARBURSA.COM - Kementerian Perindustrian menggarisbawahi komitmennya untuk mengembangkan industri kecil menengah (IKM) motor konvensional dan motor listrik secara seimbang.
Reni Yanita, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, menjelaskan bahwa upaya pembinaan industri kendaraan bermotor menjadi fokus untuk meningkatkan daya saing.
Dalam pengembangan motor listrik, pihaknya mendorong produksi komponen motor, perakitan, serta layanan service dan reparasi motor listrik agar memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Sementara untuk sektor motor konvensional, pembinaan ditujukan kepada IKM knalpot yang memproduksi setelah pasar.
Yanita menyampaikan bahwa potensi pasar industri otomotif terus tumbuh, seperti penjualan sepeda motor domestik yang meningkat menjadi 6.236.992 unit pada tahun 2023, berdasarkan laporan dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).
Dari sisi lain, Dini Hanggandari, Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Ditjen IKMA, menjelaskan berbagai program pembinaan yang telah dilaksanakan untuk meningkatkan daya saing IKM di kedua sektor tersebut.
Program-program tersebut meliputi bimbingan teknis, pendampingan pembuatan prototipe, serta kemitraan antara IKM dengan tier-1 APM dan industri besar.
Harapannya, kegiatan tersebut dapat memotivasi IKM sektor otomotif untuk terus berkolaborasi dalam pengembangan produk berkualitas dan ramah lingkungan.