Market Hari Ini 03 Nov 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Kenaikan Rapuh ADRO: Volume Tipis, Tekanan Jual Belum Reda

Kenaikan saham ADRO ke Rp1.935 belum menandai pembalikan tren. Volume tipis dan antrean jual tebal di atas harga pasar menunjukkan tekanan distribusi masih kuat di tengah stagnasi harga batu bara.

Saham ADRO naik tipis ke Rp1.935, tapi volume lemah dan tekanan jual tinggi. Rebound teknikal belum didukung fundamental yang kuat.

Gedung Adaro di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Dok KabarBursa.
Gedung Adaro di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Dok KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) bergerak naik pada perdagangan Senin, 3 November 2025. Sayangnya, reli intraday ini belum cukup kuat untuk menandai pembalikan tren. 

Harga saham emiten batu bara terbesar di Tanah Air ini menguat 2,65 persen ke level Rp1.935 per saham, setelah sehari sebelumnya anjlok 4,8 persen dan ditutup di Rp1.885. Meski secara harga tampak pulih, volume perdagangan hari ini justru mengecil tajam menjadi 353 ribu lot atau hanya seperempat dari rata-rata harian ADRO di pasar reguler. 

Total nilai transaksi tercatat Rp67,9 miliar dengan frekuensi 6.414 kali. Catatan ini menandakan bahwa pergerakan ADRO lebih didorong oleh spekulasi jangka pendek dibandingkan akumulasi institusional.

Dari data Orderbook juga menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran. Antrean beli (bid) memang terlihat aktif di kisaran Rp1.925–Rp1.930 dengan total 352 ribu lot.

Namun dari sisi jual (offer) masih jauh lebih tebal. Penawaran mencapai 534 ribu lot di rentang Rp1.935–Rp1.955. Struktur ini mencerminkan tekanan distribusi masih kuat di atas harga pasar. Jadi bisa dikatakan, kenaikan ADRO hari ini belum dapat dikategorikan sebagai fase pemulihan yang solid.

Dari sisi teknikal, rebound ADRO terjadi di area support psikologis Rp1.900 setelah terkoreksi tajam selama dua sesi berturut-turut. Pergerakan harga hari ini terjepit di rentang sempit Rp1.895–Rp1.940. 

Sepertinya pasar masih ragu menembus level resistensi Rp1.950–Rp1.970. Jika tekanan jual kembali meningkat di zona atas, harga berisiko terkoreksi ulang ke area Rp1.880.

Tidak ada katalis fundamental yang menjelaskan kenaikan harga ini. Harga batu bara global saja masih stagnan di kisaran USD104–106 per ton, dan belum ada kabar korporasi signifikan dari Alamtry Resources yang bisa memicu re-rating

Dengan demikian, penguatan ADRO pada sesi ini lebih merupakan pantulan teknikal semata, yaitu efek psikologis dari tekanan jual ekstrem yang terjadi pada pekan lalu.

Di sini, analis juga memperkirakan bahwa momentum kenaikan ADRO masih rapuh selama volume belum menembus rata-rata perdagangan harian dan tekanan jual di atas Rp1.940 belum terurai. Bagi pelaku pasar, pergerakan hari ini masih tergolong uji keseimbangan antara niat beli spekulatif di bawah dan aksi jual profit taking di atas.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait