Market Hari Ini 06 Mar 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Ketegangan Timur Tengah Guncang Pasar, Indeks STOXX 600 Tergelincir

Sentimen pasar berubah cepat. Investor kembali diliputi kecemasan setelah konflik di Timur Tengah

Bursa saham Eropa tergelincir pada perdagangan Kamis, membalikkan reli impresif yang tercipta sehari sebelumnya.

Ilustrasi Bursa Saham Eropa. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi Bursa Saham Eropa. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Bursa saham Eropa tergelincir pada perdagangan Kamis, membalikkan reli impresif yang tercipta sehari sebelumnya. Sentimen pasar berubah cepat. Investor kembali diliputi kecemasan setelah konflik di Timur Tengah memperlihatkan eskalasi tanpa jeda. 

Rentetan serangan terhadap kapal tanker menyalakan alarm baru di pasar energi, memantik kekhawatiran lonjakan harga minyak dan bayang-bayang gangguan terhadap denyut perekonomian global.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 akhirnya ditutup merosot 1,29 persen atau 7,88 poin ke level 604,83. Padahal, pada awal sesi perdagangan indeks sempat menanjak sekitar 0,6 persen. Laporan Reuters, Jumat 6 Maret 2026 dini hari WIB mencatat pembalikan arah ini terjadi hanya sehari setelah indeks tersebut membukukan performa harian terbaiknya dalam lebih dari tiga bulan terakhir—sebuah lonjakan yang kini terasa cepat menguap.

Tekanan juga menjalar ke bursa utama kawasan. Indeks DAX Jerman terperosok 1,61 persen atau 389,61 poin ke posisi 23.815,75. FTSE 100 Inggris menyusut 1,45 persen atau 153,71 poin menjadi 10.413,94. Sementara itu CAC Prancis terkikis 1,49 persen atau 121,93 poin dan berhenti di 8.045,80. Lanskap pasar tampak seragam: merah dan suram.

Sektor industri yang sangat bergantung pada ekspor menjadi pemberat paling dominan bagi indeks pan-Eropa. Saham perusahaan di sektor tersebut meluncur sekitar 2,4 persen. Ketergantungan pada rantai pasok global membuat sektor ini sangat sensitif terhadap gejolak geopolitik.

Tekanan individual juga terasa tajam. Saham perusahaan energi Jerman, Siemens Energy, tergelincir sekitar 6 persen. Di sisi lain, saham perusahaan pertahanan—yang sebelumnya menikmati momentum—ikut melemah. Rolls-Royce Holdings dan Rheinmetall masing-masing merosot lebih dari 5 persen.

Secara agregat, indeks sektor kedirgantaraan dan pertahanan Eropa susut 4,2 persen. Ini menjadi penurunan harian terdalam sejak April, sebuah sinyal bahwa investor mulai mengambil jarak dari sektor yang sebelumnya dianggap diuntungkan oleh ketegangan geopolitik.

Guncangan pasar berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan dalam konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang kini telah memasuki hari keenam. Senat Amerika Serikat menolak sebuah mosi yang bertujuan menghentikan kampanye serangan udara Washington. Pada saat yang sama, semakin banyak negara Teluk terseret dalam pusaran konflik tersebut, memperbesar risiko gangguan terhadap infrastruktur energi dan jalur pelayaran global yang vital.

Prospek penyelesaian cepat tampak semakin kabur. Situasi ini memaksa pelaku pasar meninjau ulang ekspektasi mereka terhadap arah suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, ujar Danni Hewson, Head of Financial Analysis AJ Bell.

Tekanan tidak berhenti di sektor industri. Saham perbankan Eropa juga tergelincir sekitar 1,7 persen. Sektor perjalanan dan rekreasi ikut melemah 1,8 persen, sementara saham perusahaan tambang merosot tajam 3,8 persen seiring merosotnya harga logam di pasar komoditas.

Analis Swissquote Bank, Ipek Ozkardeskaya, menilai turbulensi pasar kemungkinan belum akan mereda dalam waktu dekat. Menurutnya, investor mungkin perlu mengambil langkah mundur dan menahan diri. Jika konflik tidak menemukan akhir yang cepat dan tegas, volatilitas pasar berpotensi terus berlanjut dalam beberapa pekan mendatang, ujarnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait