Market Hari Ini 29 Apr 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Moh. Alpin Pulungan

Kinerja Awal Tahun DRMA Tumbuh, Bagikan Dividen Rp70 per Lembar

DRMA mencatat pendapatan Rp1,5 triliun dan laba naik di Q1 2026, didukung segmen roda dua dan empat di tengah tekanan global.

Kinerja DRMA Q1 2026 tumbuh dengan pendapatan Rp1,5 triliun dan laba naik. Simak strategi, dividen, dan prospek saham DRMA tahun ini.

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) melaporkan kinerja keuangan kuartal pertama 2026. Foto: dok DRMA
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) melaporkan kinerja keuangan kuartal pertama 2026. Foto: dok DRMA

KABARBURSA.COM – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) melaporkan kinerja keuangan kuartal pertama 2026 dengan pertumbuhan pendapatan dan kenaikan laba bersih di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik yang masih berfluktuasi.

Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun pada periode Januari hingga Maret 2026, meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, laba bersih tercatat sebesar Rp144,9 miliar, naik sekitar 1,5 persen dari Rp142,7 miliar pada kuartal I 2025.

Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk, Irianto Santoso, menyampaikan bahwa kenaikan pendapatan terjadi di tengah tekanan eksternal terhadap industri otomotif.

"Kenaikan pendapatan ini merupakan pencapaian yang pantas disyukuri di tengah isu geopolitik yang memberikan dampak negatif pada pasar manufaktur otomotif di Tanah Air," ujar Irianto pada Rabu, 29 April 2026.

Dari sisi kontribusi segmen, penjualan masih didominasi oleh segmen kendaraan roda dua yang menyumbang sekitar 60 persen terhadap total pendapatan. Pada kuartal I 2026, segmen ini mencatatkan penjualan sebesar Rp932,3 miliar, meningkat sekitar 0,6 persen secara tahunan.

Sementara itu, segmen kendaraan roda empat menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dengan kenaikan penjualan mendekati 24 persen secara tahunan.

Penjualan segmen ini mencapai Rp391,5 miliar, dibandingkan Rp316,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi segmen roda empat terhadap total pendapatan tercatat sekitar 25 persen.

Kinerja kedua segmen tersebut menjadi faktor utama yang menopang pendapatan perseroan di tengah kondisi pasar yang masih dipengaruhi oleh dinamika global.

Untuk tahun 2026, DRMA menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10 persen. Target ini disusun dengan mempertimbangkan berbagai tantangan, termasuk kondisi geopolitik dan tekanan pada industri otomotif.

Irianto menambahkan bahwa perusahaan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mencapai target tersebut. "Sebagai pelaku bisnis, kami dituntut untuk selalu optimis dan mampu melihat celah usaha dalam segala situasi. Untuk itu DRMA sudah menyiapkan strategi untuk bisa mencapai target pertumbuhan pendapatan tersebut," tutur dia.

Strategi yang dijalankan antara lain mempertahankan pelanggan yang sudah ada serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional. Perseroan juga menekankan pengendalian biaya sebagai bagian dari upaya menjaga kinerja keuangan.

"Segala bentuk pengeluaran yang bisa dikategorikan sebagai pemborosan harus dihilangkan, baik di dalam maupun di luar kegiatan operasional," ujar Irianto.

Sebagai informasi, PT Dharma Polimetal Tbk merupakan perusahaan manufaktur komponen otomotif yang memproduksi berbagai suku cadang untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Perusahaan ini merupakan bagian dari Dharma Group yang telah beroperasi sejak 1989 dan menjadi bagian dari rantai pasok industri otomotif dengan produk yang digunakan oleh berbagai merek global.

Selain itu, perseroan juga mulai mengarahkan pengembangan bisnis ke arah digitalisasi proses serta produksi komponen kendaraan listrik sebagai bagian dari penyesuaian terhadap perkembangan industri otomotif ke depan.

Saat ini harga saham DRMA berada di kisaran 990 per lembarnya. Ia juga berencana akan membagikan dividen dalam waktu dekat sebesar Rp70 per lembar.

Untuk jadwal pembagiannya memiliki cum date pada 27 April 2026, ex date pada 28 April 2026, tanggal pencatatan pada 29 April 2026, dan akan dibayarkan pada 7 Mei 2026.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait