KABARBURSA.COM-Perkiraan dari para analis menunjukkan bahwa kinerja PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memiliki potensi pertumbuhan yang menggiurkan di masa mendatang. Laba bersih bank ini mencapai Rp 3,5 triliun pada tahun lalu, menandai pertumbuhan sebesar 14,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
BTN juga mencatat peningkatan signifikan dalam volume transaksi melalui aplikasi BTN Mobile, mencapai Rp 130 triliun dengan jumlah transaksi mencapai 178 juta, naik 21 persen secara tahunan. Diluncurkannya aplikasi super BTN Mobile pada tahun 2023 menjadi salah satu faktor penentu dalam pertumbuhan ini.
Estimasi rata-rata pertumbuhan laba bersih BTN dalam lima tahun mendatang diprediksi mencapai 13 persen, melebihi rata-rata industri sebesar 10 persen. Hal ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang diharapkan tetap stabil, khususnya pada segmen kredit konsumer dengan yield tinggi seperti KPR non-subsidi.
Sucor Sekuritas merevisi target harga saham BBTN menjadi Rp 1.755, mempertimbangkan proyeksi laba bersih yang diharapkan mencapai Rp 3,92 triliun pada tahun 2024 dan Rp 4,37 triliun pada tahun 2025.
Sementara itu, analis dari Panin Sekuritas, Nico Laurens, menyatakan bahwa prospek pertumbuhan kinerja keuangan BTN masih terbuka lebar di masa depan. "Faktor-faktor yang mendukung termasuk ekspansi ke segmen kredit dengan yield tinggi, peningkatan komposisi dana murah, dan perbaikan kualitas kredit," jelasnya.
Dengan perkiraan pertumbuhan kredit di atas 10 persen dan peningkatan rasio CASA, Panin Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.500. Kemungkinan pemangkasan suku bunga tahun 2024 juga dianggap sebagai katalis positif bagi saham ini.