Market Hari Ini 06 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Kinerja Emiten Batubara Ramai-ramai Anjlok, ini Penyebabnya

Kinerja Emiten Batubara Ramai-ramai Anjlok, ini Penyebabnya
Kinerja Emiten Batubara Ramai-ramai Anjlok, ini Penyebabnya

KABARBURSA.COM-Mayoritas emiten batubara yang telah melaporkan kinerja keuangan tahun buku 2023 mengalami penurunan. Salah satunya adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang hanya mencatat laba bersih sebesar Rp 6,10 triliun, mengalami penurunan sebesar 51,41persen dibanding tahun sebelumnya.

Menurut laporan keuangan per 31 Desember 2023, pendapatan PTBA turun menjadi Rp 38,48 triliun, menurun 9,75persen YoY dari Rp 42,64 triliun di 2022. Sementara beban pokok pendapatannya naik menjadi Rp 29,33 triliun, meningkat 18,83persen secara tahunan.

Analis Riset Ekuitas Panin Sekuritas Felix Darmawan menjelaskan bahwa kenaikan beban operasional PTBA disebabkan oleh peningkatan produksi. "Kinerja PTBA akan tetap bergantung pada fluktuasi harga batubara global, namun prospeknya bisa meningkat jika PTBA dapat meningkatkan produksi di tahun ini," jelasnya Rabu 6 Maret 2024.

Sementara itu, laba bersih PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun 58,30persen menjadi US$ 500,33 juta di akhir 2023. Pendapatannya juga turun menjadi US$ 2,37 miliar dari US$ 3,63 miliar di 2022.

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) juga melaporkan penurunan laba bersih sebesar 34,17persen menjadi US$ 1,64 miliar di akhir 2023. Pendapatannya turun 20persen menjadi US$ 6,51 miliar.

Menurut Analis Riset Ekuitas Mirae Asset Sekuritas Rizkia Darmawan, harga batubara tahun ini diperkirakan akan normalisasi dengan kisaran US$ 115 - US$ 120 per ton, seiring peningkatan produksi domestik dan permintaan dari India dan China untuk PLTU.

Meskipun demikian, tekanan dari harga jual global mulai mengalami normalisasi, namun Mirae Asset Sekuritas masih menempatkan peringkat netral untuk sektor batubara. Mereka merekomendasikan untuk mempertahankan saham PTBA dengan target harga Rp 2.450, meskipun saham PTBA saat ini berada di Rp 2.740 per saham pada tanggal 5 Maret.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait