Market Hari Ini 08 Apr 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Kinerja Terjun Bebas: BINA Berbalik dari Laba ke Rugi Rp369 Miliar

Angka itu menyusut 3,9 persen dibandingkan torehan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,89 triliun

Sepanjang tahun 2025, lanskap kinerja PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) berubah drastis

Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Sepanjang tahun 2025, lanskap kinerja PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) berubah drastis. Institusi keuangan tersebut membukukan rugi bersih sebesar Rp369,02 miliar, sebuah kontras tajam dibandingkan capaian Tahun Buku 2024 yang masih mencatat laba bersih Rp81,85 miliar.

Merujuk laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025, bank yang berada di bawah naungan Salim Group ini mencatat pendapatan bunga sebesar Rp1,82 triliun. Angka itu menyusut 3,9 persen dibandingkan torehan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,89 triliun. Di saat yang sama, tekanan justru datang dari sisi beban bunga yang membengkak 6,8 persen secara tahunan menjadi Rp1,26 triliun. Dampaknya terasa signifikan: pendapatan bunga bersih (NII) tergerus hingga Rp560,27 miliar, merosot 21,4 persen dari posisi 2024 sebesar Rp713,06 miliar.

Dalam rentang Januari hingga Desember 2025, pendapatan operasional lainnya memang melonjak tajam. Nilainya mencapai Rp170,12 miliar, melesat 253,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun lonjakan ini tak mampu mengimbangi eskalasi beban operasional lainnya yang justru melambung 82,9 persen menjadi Rp1,2 triliun, dari sebelumnya Rp653,68 miliar pada 2024.

Kondisi tersebut menyeret perseroan ke zona negatif. Pada Tahun Buku 2025, Bank INA mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp464,88 miliar—berbanding terbalik dengan performa 2024 yang masih mencetak laba sebelum pajak Rp107,46 miliar. Meski terdapat manfaat pajak bersih senilai Rp95,86 miliar, angka itu belum cukup menjadi penopang. Rugi bersih tahun berjalan pun tetap tercatat Rp369,02 miliar, kontras dengan laba bersih Rp81,85 miliar pada tahun sebelumnya.

Di sisi neraca, total aset per 31 Desember 2025 tercatat Rp31,3 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 28,1 persen secara tahunan. Penyaluran kredit bruto mencapai Rp15,26 triliun, meningkat 16,1 persen dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp13,15 triliun. Namun setelah dikurangi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang naik 30,1 persen menjadi Rp405,37 miliar, nilai kredit neto tercatat Rp14,86 triliun—tumbuh 15,7 persen dari Rp12,84 triliun pada akhir tahun sebelumnya.

Sementara itu, total liabilitas hingga penghujung Desember 2025 membengkak menjadi Rp27,99 triliun, melonjak 34,4 persen secara tahunan. Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan simpanan nasabah yang mencapai Rp27,26 triliun, meningkat signifikan 35,4 persen dari Rp20,13 triliun pada akhir 2024.

Berbanding terbalik dengan ekspansi tersebut, struktur permodalan justru mengalami tekanan. Total ekuitas tercatat Rp3,31 triliun, menyusut 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya merosot tajam hingga 88,7 persen, tersisa Rp48,92 miliar dari sebelumnya Rp433,65 miliar per 31 Desember 2024.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait