Market Hari Ini 17 Nov 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

KKR Kucurkan USD750 Juta ke Chandra Asri Group

Chandra Asri Group memperoleh pembiayaan khusus senilai USD750 juta dari KKR untuk mendukung rencana akuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar.

KKR menyediakan pembiayaan USD750 juta bagi Chandra Asri Group untuk mendukung akuisisi jaringan SPBU Esso di Singapura. Seluruh detail tercantum dalam dokumen

Kohlberg Kravis Roberts & Co. (KKR), perusahaan investasi global asal Amerika Serikat, menyediakan pembiayaan khusus senilai USD750 juta. (Foto: Dok. Chandra Asri)
Kohlberg Kravis Roberts & Co. (KKR), perusahaan investasi global asal Amerika Serikat, menyediakan pembiayaan khusus senilai USD750 juta. (Foto: Dok. Chandra Asri)

KABARBURSA.COM – Kohlberg Kravis Roberts & Co. (KKR), perusahaan investasi global asal Amerika Serikat, menyediakan pembiayaan khusus senilai USD750 juta kepada Chandra Asri Group. 

Dana tersebut digunakan untuk mendukung strategi pertumbuhan serta akuisisi jaringan stasiun pengisian bahan bakar bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura. 

Pembiayaan ini disusun oleh KKR Capital Markets, unit bisnis KKR yang menangani strukturisasi pendanaan dan solusi pasar modal.

Menurut dokumen resmi tertanggal 17 November 2025, fasilitas pembiayaan ini didukung oleh platform kredit privat dan asuransi yang dikelola KKR melalui Asia Pacific Credit Platform dan Global Atlantic Financial Group. 

Asia Pacific Credit Platform merupakan platform kredit KKR untuk wilayah Asia Pasifik yang menyediakan solusi pembiayaan privat kepada perusahaan, sementara Global Atlantic merupakan entitas asuransi yang menawarkan produk pensiun, jiwa, dan reasuransi.

Chandra Asri Group menyampaikan bahwa pendanaan dari KKR akan diarahkan untuk memperkuat langkah ekspansi di sektor energi hilir. 

Akuisisi jaringan ritel Esso di Singapura menjadi bagian dari agenda transformasi perseroan sejak 2024, yang mencakup pengembangan ekosistem infrastruktur energi yang terhubung serta penguatan rantai pasok energi di kawasan Asia Tenggara.

Andre Khor, Chief Financial Officer Chandra Asri Group, menyatakan bahwa kerja sama dengan KKR menjadi langkah penting dalam mendukung akuisisi aset ritel energi tersebut. 

“Kami senang dapat bermitra secara strategis dengan KKR dalam mendukung akuisisi kami atas jaringan ritel bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari proses pendanaan yang dibutuhkan perusahaan untuk mengeksekusi rencana pertumbuhan secara terukur.

Dari sisi KKR, SJ Lim, Managing Director sekaligus Head of Asia Private Credit, mengatakan bahwa pemberian fasilitas kredit ini sejalan dengan fokus mereka untuk menyediakan solusi pembiayaan yang disesuaikan bagi perusahaan-perusahaan terkemuka di Asia Pasifik. 

“Kami bangga dapat mendukung Chandra Asri Group dalam pencapaian penting ini,” katanya.

KKR juga menyampaikan bahwa investasinya dalam pembiayaan ini berasal dari strategi Kredit Asia Pasifik yang dikelola perusahaan. Sejak 2019, KKR telah mengalokasikan lebih dari USD8 miliar untuk sekitar 60 transaksi kredit di kawasan Asia Pasifik, dengan total volume transaksi lebih dari USD21 miliar.

Chandra Asri Group merupakan penyedia solusi energi, kimia, dan infrastruktur dengan portofolio aset yang berlokasi di Indonesia dan Singapura. 

Aset tersebut meliputi kilang berkapasitas 237.000 barel per hari dan fasilitas ethylene cracker berkapasitas 1,1 juta ton per tahun di Pulau Bukom, serta 2,5 juta ton aset kimia hilir (downstream chemicals) di Pulau Jurong. 

Di Indonesia, perusahaan ini mengoperasikan naphtha cracker terintegrasi pertama di Cilegon dengan kapasitas 0,9 juta ton per tahun.

Operasi perusahaan didukung oleh infrastruktur energi, air, pelabuhan dan penyimpanan, serta logistik. Akuisisi jaringan SPBU Esso di Singapura menjadi langkah lanjutan untuk memperluas eksposur perusahaan di sektor ritel energi hilir. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait