Market Hari Ini 06 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Klaim Asuransi Properti Turun 25,2 persen jadi Rp 6,8 Triliun

Klaim Asuransi Properti Turun 25,2 persen jadi Rp 6,8 Triliun
Klaim Asuransi Properti Turun 25,2 persen jadi Rp 6,8 Triliun

KABARBURSA.COM-Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat penurunan yang signifikan dalam klaim asuransi properti sebesar 25,2persen, turun menjadi Rp 6,8 triliun pada tahun 2023, menurut Ketua Umum AAUI, Budi Herawan. Angka ini menunjukkan kontraksi dari nilai pada tahun 2022 yang mencapai Rp 9,5 triliun.

Menurut Budi, data yang mereka kumpulkan menunjukkan bahwa asuransi kredit menjadi penyumbang terbesar dalam pembayaran klaim industri asuransi umum sepanjang tahun 2023.

Wakil Presiden Direktur PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia (ACPI), Nico Prawiro, mengaitkan kondisi ini dengan pertumbuhan industri properti yang masih kurang menggembirakan. Menurutnya, kinerja sektor properti secara nasional di Indonesia selama tahun 2023 belum cukup kuat.

"ACPI menetapkan proyeksi pertumbuhan premi properti hingga akhir tahun 2024 sebesar 15persen. Perusahaan tersebut menargetkan pertumbuhan hingga akhir tahun ini sebesar Rp 1.665 triliun. Produk asuransi properti memberikan kontribusi tertinggi, yakni 60persen dari total pendapatan premi," jelasnya Rabu 6 Maret 2024.

"Hingga Februari 2024, ACPI mencatatkan peningkatan pendapatan premi sebesar 11persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, dalam hal klaim yang dibayarkan, terjadi penurunan sebesar 24persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya," imbuh Nico.

Nico juga menekankan bahwa perusahaan berupaya meningkatkan pendapatan premi dari produk kendaraan bermotor, seiring dengan penjualan otomotif yang diperkirakan terus meningkat. Perusahaan juga terus meningkatkan kerja sama dengan berbagai entitas seperti perbankan, perusahaan pembiayaan, dan perusahaan finansial teknologi. "ACPI juga melakukan inovasi dalam komunikasi dengan memanfaatkan teknologi informasi serta melakukan kerjasama pemasaran dengan pengembang finansial teknologi," jelasnya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait