Market Hari Ini 14 Jan 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Komisaris Guyur ULTJ, Beli Saham Lagi di Harga ini

Aksi beli komisaris menambah porsi kepemilikan di tengah tekanan harga ULTJ, yang turun ke 1.460 meski transaksi berlangsung di area 1.440–1.450, memunculkan sinyal menarik antara insider buying dan respons pasar.

Komisaris ULTJ borong saham di kisaran 1.440–1.450, kepemilikan naik jadi 1,31 persen. Namun harga saham justru turun 2,34 persen ke 1.460.

Produk-produk ULTJ. Foto: Dok Ultrajaya Milk Industry.
Produk-produk ULTJ. Foto: Dok Ultrajaya Milk Industry.

KABARBURSA.COM – Komisari PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) Suhendra Prawira Widjaja, memborong saham ULTJ secara bertahap dalam beberapa hari terakhir. Aksinya dilakukan ada 8 dan 9 Januari 2026, yang secara otomatis memperbesar kepemilikan sahamnya di ULTJ.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Rabu, 14 Januari 2026, di tanggal tersebut Suhendra melakukan pembelian di harga yang bervariasi, yaitu antara Rp1.440 hingga Rp1.450 per lembar saham. Jika diakumulasikan, total saham yang diborong mencapai lebih dari 1,5 juta lembar, yang terdiri dari klasifikasi saham biasa dan saham dengan hak suara multiple.

“Sesuai dengan Pasal 2 Ayat 1 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor POJK 4/2024 tentang Laporan kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka, melaporkan saya telah memiliki saham perusahaan terbuka dengan rincian sebagai berikut,” dikutip dari keterbukaan informasi.

Aksi ini otomatis menambah persentase kepemilikannya, dari semula 1,29 persen menjadi 1,31 persen. Jumlah kepemilikan akhir menjadi 135.737.560 lembar saham.

Namun, bertambahnya kepemilikan saham ini tidak lantas membuat Suhendra menjadi pemegang saham pengendali perusahaan.

Sebelumnya, Suhendra juga tercatat melakukan pembelian saham Perseroan. Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, transaksi tersebut dilakukan pada 30 Desember 2025. Adapun disampaikan, aksi transaksi ini bertujuan untuk bisnis.

Dalam keterangan tersebut, Suhendra membeli sebanyak 550.400 saham ULTJ dengan harga transaksi Rp1.440. Transaksi dilakukan secara langsung dan tidak terkait dengan skema repurchase agreement.

Setelah transaksi itu, jumlah kepemilikan saham Suhendra meningkat menjadi 126.601.460 saham, dari sebelumnya 126.051.060 saham. Dengan demikian, porsi kepemilikan saham ia di Ultrajaya Milk Industry naik dari 1,21 persen menjadi 1,22 persen.

Saham Anjlok Dua Persen

Sementara itu, menutup perdagangan hari ini, harga saham ULTJ anjlok 2,34 persen atau setara dengan 35 poin dan berada di level 1.460, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.495.

Harga dibuka di level 1.505 dan sempat menyentuh level atas di 1.515, serta level bawah di 1.455, sebelum akhirnya berada di posisi saat ini.

Pada perdagangan hari ini, saham ULTJ diperdagangkan sebanyak 50.550 lot dengan nilai transaksi mencapai Rp7,5 miliar, dengan rata-rata harga transaksi berada di level 1.475.

Jika dilihat perdagangannya ke belakang, dalam waktu satu bulan ini saham ULTJ telah tergerus sebesar 0,68 persen. Namun secara year to date, ULTJ masih berada di zona hijau dengan kenaikan mencapai 1,39 persen.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait