Market Hari Ini 08 Apr 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Moh. Alpin Pulungan

Konflik Global Ancam Target Kontrak WTON, Realisasi Baru Rp1 Triliun

WTON menahan target kontrak 2026 dan lebih selektif memilih proyek akibat risiko geopolitik, gangguan pasok, dan ketidakpastian pembayaran.

WTON waspadai konflik global yang menekan target kontrak 2026, perusahaan kini lebih selektif proyek demi menjaga stabilitas kinerja.

Ilustrasi realisasi kontrak baru WTON baru Rp1 triliun. Foto: dok KabarBursa.com.
Ilustrasi realisasi kontrak baru WTON baru Rp1 triliun. Foto: dok KabarBursa.com.

KABARBURSA.COM – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengakui target perolehan kontrak tahun 2026 berpotensi tertekan seiring peningkatan ketegangan geopolitik.

Perseroan sebelumnya membidik kontrak baru di kisaran Rp5 triliun hingga Rp6 triliun, namun realisasi hingga awal tahun masih terbatas.

Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, mengungkapkan bahwa sebelum situasi global memanas, perusahaan telah memasang target agresif untuk tahun ini. Namun, dinamika yang terjadi membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam mengamankan proyek.

“Target udah sebelum perang sih lumayan besar kami, sekitar di atas 5 triliun lah. Di atas Rp5 triliun, tapi belum sampai Rp6 sih,” ujar Kuntjara di Jakarta, dikutip Rabu, 8 April 2026.

Meski demikian, hingga Maret 2026 capaian kontrak baru WTON masih berada di kisaran Rp1 triliun, mencerminkan perlambatan realisasi di tengah ketidakpastian global. “Maret kemarin itu kami sudah hampir satu triliun,” katanya.

Kuntjara menjelaskan bahwa eskalasi konflik global berpotensi memengaruhi keberlangsungan proyek, terutama dari sisi risiko penghentian proyek, gangguan rantai pasok, serta ketidakpastian pembayaran dari pihak pemberi kerja.

“Tapi saya selalu berpikir risiko. Risiko terlalu gede. Belum lagi kalau misalnya proyeknya tiba-tiba berhenti,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini membuat WTON lebih selektif dalam memilih proyek, terutama yang memiliki skema pembayaran yang jelas dan aman.

Perusahaan kini tidak hanya mengejar nilai kontrak, tetapi juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan proyek di tengah situasi global yang tidak stabil.

“Kami selektif juga sekarang. Kalau proyeknya besar, tapi cara bayarnya tidak aman, kita menjaga dengan hati-hati,” kata Kuntjara.

Di tengah tekanan tersebut, WTON tetap berupaya menjaga kinerja dengan mengandalkan carry over proyek tahun sebelumnya, serta memperkuat efisiensi operasional melalui transformasi internal.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pendapatan perseroan di tengah bayang-bayang konflik global yang berpotensi menekan sektor infrastruktur dan konstruksi secara keseluruhan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait