Market Hari Ini 15 Apr 2024 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Konflik Iran-Israel, Ekspor RI Bisa Terganggu: Ini Sebabnya

Konflik Iran-Israel, Ekspor RI Bisa Terganggu: Ini Sebabnya
Konflik Iran-Israel, Ekspor RI Bisa Terganggu: Ini Sebabnya

KABARBURSA.COM - Kinerja eskpor Indonesia dinilai bakal terganggu karena konflik antara Iran-Israel pada Minggu Senin 15 April 2024.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira.

Bhima mengatakan Indonesia diperkirakan bakal terkendala ekspor ke Timur-Tengah hingga Afrika akibat ketegangan antara Iran-Israel. Konflik dua negara itu, kata dia, juga berpotensi menimbulkan perlambatan ekonomi.

"Kinerja ekspor Indonesia ke Timur Tengah, Afrika dan Eropa akan terganggu menyebabkan pertumbuhan ekonomi akan melambat di kisaran 4,6-4,8 persen tahun ini," ujarnya kepada Kabar Bursa, Senin 15 April 2024.

Selain itu, Bhima menyampaikan konflik Iran-Israel juga berpotensi keluarnya aliran investasi asing dari negara berkembang karena meningkatnya risiko geopolitik.

"Investor juga mencari aset yang aman baik emas dan dollar AS sehingga rupiah bisa saja melemah hingga Rp17.000/USD," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, eskalasi konflik antara Israel dan Iran ini dipastikan akan berdampak pada perekonomian global, termasuk Indonesia.

Salah satu keprihatinan utama adalah gangguan dalam pasokan dan kenaikan harga minyak karena Selat Hormuz di Iran merupakan jalur perdagangan yang vital untuk ekspor minyak.

“Hal ini dapat berdampak merambat pada ekonomi global, termasuk Indonesia, yang sangat bergantung pada impor minyak,” ujar Rendy.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal, mengatakan Iran adalah negara produsen minyak terpenting di dunia. Akibat konflik yang terjadi kemarin, kata dia, harga minyak bisa menjadi lebih besar.

"Sehingga harga minyak saya rasa bisa mencapai USD100 per barel," ujar Faisal kepada Kabar Bursa, Minggu 14 April 2024.

Faisal bilang, naiknya harga minyak tersebut bakal terdampak ke Indonesia karena  keterbatasan dari APBN dalam hal mensubsidi BBM.

"Kemungkinan besar akan diikuti dengan penyesuaian harga minyak bersubsidi seperti pertalite dan solar," kata dia.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait