Market Hari Ini 19 Apr 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

Konflik Timteng Dinilai Tak Pengaruhi Surplus Neraca Dagang

Konflik Timteng Dinilai Tak Pengaruhi Surplus Neraca Dagang
Konflik Timteng Dinilai Tak Pengaruhi Surplus Neraca Dagang

KABARBURSA.COM - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku optimis eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel tidak memengaruhi neraca perdagangan Indonesia.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Indonesia telah memiliki pengalaman mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 48 berturut-turut sejak Covid-19.

"Kita sebagai bangsa yang besar, tentunya ingin memastikan semua itu bisa ter-handle dengan baik, kira kira begitu," ujarnya di Jakarta, Kamis, 18 April 2024.

Ia menambahkan, capaian tersebut tidak mengalami penurunan atau minimal dapat dipertahankan meski terdapat eskalasi konflik di Timur Tengah.

"Kalau terhadap ekspor saya yakin dan percaya, surplus turun, memang fluktuatif tetapi tetap surplus, bisa dicek walaupun harga komoditas naik turun, fluktuatif," ungkap Jerry.

Meski demikian, pemerintah akan memastikan kesiapan terhadap adanya konflik tersebut akan berdampak pada komoditas, suplai chain hingga distribusi logistik.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengklaim jika Indonesia belum selesai menghadapi global shock.

“Sebagai kantor di bidang perekonomian kita harus mempersiapkan terhadap berbagai shock dan kita belum selesai dari global shock,” ujarnya dalam acara halal bihalal di kantor Kementerian Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Selasa 16 April 2024.

Hal itu dikatakan Airlangga setelah adanya beberapa konflik di belahan dunia, seperti perang Rusia-Ukraina hingga konflik di wilayah Gaza.

"Perang ukraina masih ada, Israel-Gaza masih ada. Tapi dunia cannot afford another war,” ujar dia.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait