Market Hari Ini 22 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Konflik Timur Tengah Panas, Emas Justru Moncer

Konflik Timur Tengah Panas, Emas Justru Moncer
Konflik Timur Tengah Panas, Emas Justru Moncer

KABARBURSA.COM-Harga emas mengalami kenaikan tipis pada hari Kamis, didukung oleh pelemahan dolar dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Investor menantikan data ekonomi AS yang lebih lanjut untuk menjelaskan prospek suku bunga Federal Reserve.

Pada hari Kamis (22/2) pukul 15.18 WIB, harga emas di pasar spot naik sebesar 0,3 persen menjadi US$ 2.031,7 per ons troi setelah mencapai level tertinggi sejak 9 Februari pada hari Rabu.

Harga emas berjangka AS juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,3 persen menjadi US$ 2.041,2 per ons troi.

Indeks dolar terus mengalami penurunan untuk hari keempat berturut-turut. Pelemahan nilai tukar dolar AS menjadikan emas batangan yang diperdagangkan dalam greenback lebih menarik bagi pembeli dalam mata uang lain.

"Prospek jangka pendek untuk emas beragam, dengan penundaan penurunan suku bunga yang diimbangi oleh permintaan safe-haven dari situasi geopolitik," kata kepala analis pasar di KCM Trade Tim Waterer, mengutip Reuters, Kamis 22 Februari 2024.

Israel memperketat serangan udara terhadap Rafah di selatan Gaza, yang menyebabkan lebih dari selusin anggota satu keluarga tewas. Kementerian kesehatan di wilayah Palestina yang terkena dampak tersebut telah melaporkan 29.313 kematian sepanjang perang ini.

“Hari ini kita akan melihat sejumlah data manufaktur dan jasa yang dirilis, dan tanda-tanda apapun dari pelemahan ekonomi dapat memicu harapan bahwa penurunan suku bunga akan segera terjadi, yang mana akan mendukung harga emas,” tambah Waterer.

Saat ini, fokus tertuju pada data klaim pengangguran awal yang akan diumumkan pukul 20.30 WIB, serta data awal manufaktur AS dan data awal jasa AS yang dijadwalkan pada pukul 21.45 WIB.

Risalah terbaru dari pertemuan kebijakan The Fed yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan kekhawatiran mayoritas pembuat kebijakan terhadap risiko penurunan suku bunga yang terlalu cepat.

Data inflasi bulan Januari menunjukkan kenaikan harga konsumen dan grosir yang lebih cepat dari perkiraan, yang mengkomplikasikan keputusan tentang suku bunga bank sentral AS di masa mendatang, menurut presiden Fed Richmond, Thomas Barkin.

Pasar saat ini memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 72 persen pada bulan Juni, menurut CME Fed Watch. Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait