Market Hari Ini 02 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Kontroversi KCI Pilih Impor KRL China daripada Jepang

Kontroversi KCI Pilih Impor KRL China daripada Jepang
Kontroversi KCI Pilih Impor KRL China daripada Jepang

KABARBURSA.COM- Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memberikan tanggapan terhadap keputusan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang lebih memilih mengimpor Kereta Rel Listrik (KRL) dari China dibandingkan Jepang.

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, mengungkapkan bahwa awalnya pihaknya tidak merekomendasikan pembelian barang bekas dalam sengkarut impor trainset KRL. Meski begitu, Ateh belum dapat menyatakan alasan di balik pilihan KCI untuk mengimpor tiga rangkaian baru senilai Rp783 miliar dari China.

"Tidak semua aksi korporasi BUMN dikawal, kalau semua tidak sanggup juga kita. Kita kawal yang sangat material dan substansial. Ini kalau belinya pilih China atau Jepang itu belum kami evaluasi." katanya dalam konferensi pers di Kantor BPKP, Jakarta Timur, Kamis (1/2/2024).

"Kalau semua kegiatan kami kawal, enak juga mereka. Kan mereka gajinya besar, kami gak dibayar. Yang jelas belum (ada permintaan reviu lanjutan dari KCI), kami harus ada permintaan," tambah Ateh.

Sama halnya, Deputi Bidang Akuntan Negara BPKP, Sally Salamah, menegaskan bahwa mereka tidak dapat menjelaskan mengapa Jepang kembali 'tertikung' dari China. Meskipun begitu, ia menyatakan kemungkinan jawabannya dapat terungkap dalam reviu lanjutan BPKP.

"Tanya ke KAI (mengapa pilih China ketimbang Jepang), jangan ke sini. Tapi mungkin saja (reviu soal asal negara impor KRL) kalau mereka meminta," kata Sally usai konferensi pers.

Kontroversi impor KRL berakhir dengan KAI Commuter membeli tiga rangkaian KRL baru dari perusahaan China, CRRC Sifang Co., Ltd pada Rabu (31/1).

Direktur Utama KCI, Asdo Artriviyanto, menyebut pengadaan KRL baru ini sebagai bagian pemenuhan sarana KRL Jabodetabek, dibahas dalam Rapat Koordinasi pada Juni 2023.

Walaupun demikian, sumber yang mengetahui rencana impor KRL mengatakan bahwa terdapat dugaan persaingan antara China dan Jepang terkait impor KRL bekas. China mengancam menahan pinjaman untuk proyek Whoosh jika Indonesia tetap mengimpor KRL bekas dari Jepang.

Meskipun pernyataan tersebut pernah dibantah oleh Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Septian Hario Seto, yang mengklaim bahwa keputusan pemerintah dilandaskan pada kehati-hatian untuk menghindari kasus korupsi seperti pada impor KRL bekas Jepang tahun 2006-2007.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait