Market Hari Ini 30 Apr 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

Kredit Hijau BNI Capai Rp67 Triliun pada Akhir Maret

Kredit Hijau BNI Capai Rp67 Triliun pada Akhir Maret
Kredit Hijau BNI Capai Rp67 Triliun pada Akhir Maret

KABARBURSA.COM - PT Bank Negara Indonesia (Perseroan) Tbk (BNI) menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan menetapkan target Net Zero Emission (NZE), yang tercermin dalam pertumbuhan yang signifikan dalam penyaluran kredit hijau.

Pada akhir Maret 2024, nilai penyaluran kredit hijau BNI mencapai Rp67,4 triliun, meningkat dari Rp29,5 triliun pada akhir Desember 2020, dengan pertumbuhan rata-rata setiap tahun (CAGR) sebesar 23 persen.

Menurut Direktur Risk Management BNI, David Pirzada, penyaluran kredit hijau tersebut kini menyumbang 14,2 persen dari total wholesale loan, meningkat dari 7,8 persen pada Desember 2020.

David menjelaskan bahwa salah satu contoh konkrit dari penyaluran kredit hijau adalah pembiayaan untuk akuisisi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap di Sulawesi Selatan, yang memiliki kapasitas 75 Megawatt Peak (MwP) dengan nilai pembiayaan mencapai Rp1,6 triliun.

Di sisi lain, David menyebut, BNI berhasil mengoptimalkan penyaluran green bond sebesar Rp5 triliun ke sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, pengolahan sampah, bangunan berwawasan lingkungan, hingga pengelolaan sumber daya alam.

Melalui penyaluran green bond tersebut, David menilai BNI telah berhasil memberikan kontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, memproduksi energi bersih, menghemat energi, mendaur ulang sejumlah limbah, serta memelihara keberlanjutan sumber daya alam.

Di samping itu, David menyebut, BNI juga memiliki perhatian khusus pada risiko transisi yang dihadapi debitur dan telah menerapkan Sustainability Linked Loan (SLL) untuk mendorong pelaksanaan prinsip ESG termasuk di dalamnya transisi energi debitur.

Sampai dengan akhir Maret 2024, BNI telah menyalurkan SLL senilai Rp4,9 triliun kepada perusahaan-perusahaan top tier di sektor industri pengolahan semen, baja, dan agroindustri.

"Sebagai bukti pencapaian BNI dalam pengelolaan keuangan berkelanjutan, pada akhir Maret 2024 BNI juga berhasil mempertahankan Rating A dari MSCI dan Rating Medium Risk dari Sustainalytics dengan skor 21,4," pungkasnya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait